OJK Bicara Bonus Demografi Untuk Perekonomian RI

News - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
02 December 2021 17:14
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute menyelenggarakan webinar bedah buku Road To Presidency G20,

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai persiapan menyambut masa bonus demografi yang diprediksi dialami Indonesia pada 2030-2040 harus dilakukan secara serius. Pemanfaatan masa bonus demografi tidak akan berjalan optimal apabila tak diiringi persiapan matang dan panjang.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, Indonesia bisa belajar dari negara lain supaya bisa mengambil banyak keuntungan dari masa bonus demografi nanti. Apalagi lebih dari 50% penduduk Indonesia merupakan generasi milenial yang merupakan angkatan kerja aktif.

"Optimalisasi bonus demografi tersebut bukan hal mudah untuk dilakukan. Karena itu, kita bisa belajar dari negara lain agar bisa melakukan optimalisasi secara baik dengan mengandalkan kekayaan sumber daya alam yang juga dimiliki Indonesia," kata Wimboh dalam webinar bedah buku Road To Presidency G20, 'The Economy Under Uncertainty', Kamis (2/12/2021).


Dia menambahkan Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dengan segala kekayaan alamnya dan bonus demografi yang akan terjadi. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, seluruh pihak harus bekerjasama agar mampu secara optimal memanfaatkan momentum tersebut.

Menurutnya Indonesia juga harus memikirkan cara yang tepat guna membawa berbagai teknologi maju dan mengembangkan SDM sesuai kebutuhan masa depan. Kemudian, harus lebih banyak investasi masuk ke dalam negeri demi mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Ruang Indonesia untuk tumbuh sangat besar. Persoalannya tinggal bagaimana kita mengelola SDA, membawa teknologi, meningkatkan kapasitas SDM dan menarik investasi lebih banyak lagi ke dalam negeri. Persoalan ini penting untuk didiskusikan, dan saya rasa buku ini cocok dibaca karena sudah menjelaskan hal-hal di atas," ujarnya.

Berdasarkan prediksi Kementerian PPN/Bappenas, jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) di Indonesia akan lebih banyak dibanding usia tidak produktif pada 2030-2040. Pada kurun waktu tersebut, jumlah penduduk usia produktif di Indonesia diperkirakan mencapai 64% dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebanyak 297 juta jiwa.

Pembahasan mengenai potensi bonus demografi dan upaya meningkatkan perekonomian Indonesia dibahas oleh OJK Institute dalam bedah buku yang berlangsung secara virtual. Hasil dari dialog ini diharap memberikan perspektif baru terkait dampak perubahan demografis ekonomi bagi para praktisi di OJK.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

OJK: Pertumbuhan Ekonomi 7% di Kuartal II Bisa Tercapai


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading