Layakkah Menkeu Terbaik Dunia Dipecat Karena Protes MPR?

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
02 December 2021 12:40
Sri Mulyani (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dipecat dengan berbagai alasan, mulai dari pemangkasan anggaran MPR hingga tidak mau menghadiri rapat.

Menurut Ekonom CORE Piter Abdullah alasan tersebut tidak cukup kuat untuk pemecatan. "Bu SMI (Sri Mulyani Indrawati) tak akan dipecat. Apalagi kalau hanya dengan alasan sebagaimana diminta oleh MPR," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (2/12/2021).


Pemangkasan anggaran sudah melewati berbagai proses. Baik rapat di internal pemerintah sampai berkoordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Mekanisme juga sudah diatur dalam perundang-undangan.

"Perlu juga dicatat bahwa keputusan anggaran bukan hanya di Sri Mulyani atau pemerintah tetapi juga di DPR. Artinya kalau MPR mau komplain terkait anggaran seharusnya tidak hanya ke Sri Mulyani atau pemerintah tetapi juga ke DPR yang merupakan bagian dari MPR," jelasnya.

Di sisi lain, Sri Mulyani juga hadir dengan sederet prestasi. Antara lain Finance Minister of the Year for East Asia Pacific tahun 2020 dari majalah Global Markets.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa pemangkasan anggaran dilakukan sebagai bentuk penghematan untuk menangani kasus pandemi Covid-19. Pemangkasan juga tak hanya dilakukan di MPR tetapi di banyak Kementerian/Lembaga (K/L) lainnya.

"Kemenkeu dan Menkeu terus bekerjasama dengan seluruh pihak dalam menangani Dampak Pandemi Covid-19 yang luar biasa bagi masyarakat dan perekonomian," kata Sri Mulyani melalui akun instagramnya.

Selain itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini tidak menghargai MPR karena tidak hadir dalam dua kali undangan rapat yang dinilai sangat penting. Untuk ini, Sri Mulyani memberikan pembelaan mengenai ketidakhadirannya.

Pada saat 27 Juli 2021, kata Sri Mulyani hari itu bersamaan dengan adanya rapat internal bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), sehingga kehadirannya diwakilkan oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Sementara pada 28 September 2021, Sri Mulyani menceritakan hari itu bersamaan dengan adanya rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR yang membahas APBN 2022, dimana kehadiran dirinya sebagai Menteri Keuangan wajib dan sangat penting. "Rapat dengan MPR diputuskan ditunda," pungkas Sri Mulyani.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Panas! Didesak Mundur MPR, Begini Pembelaan Sri Mulyani


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading