Jelang Presidensi G20, Kemenlu Gelar Pertemuan Perwakilan RI

News - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
30 November 2021 19:15
Presiden Joko Widodo mengikuti Pertemuan untuk menerima presidensi G20 pada tahun 2022 pada sesi penutupan KTT G20 Roma yang berlangsung di La Nuvola, Roma, Italia, pada Minggu, 31 Oktober 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev)

Jakarta, CNBC Indonesia - Persiapan Indonesia jelang menjabat posisi Presidensi G20 telah dimulai. Salah satu persiapan yang dilakukan melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) adalah menggelar Briefing Perwakilan RI untuk Presidensi G20.

Kegiatan briefing tersebut dilakukan Kemlu pada Jumat (19/11/2021). Rangkaian acara tersebut diikuti 247 peserta dari 86 perwakilan Indonesia di luar negeri dan sejumlah kementerian/lembaga.

Saat membuka kegiatan briefing tersebut, Staf Khusus Penguatan Program-program Prioritas Kemlu, Duta Besar Dian Triansyah Djani mengatakan bahwa jabatan Indonesia sebagai Presidensi G20 akan dimulai efektif pada 1 Desember 2021. Dian menegaskan tiga hal prioritas yang akan dibawa Indonesia sebagai Presidensi G20 hingga setahun ke depan.


"Presidensi G20 Indonesia akan dimulai efektif tanggal 1 Desember 2021. Tiga prioritas Presidensi Indonesia yaitu kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi," kata Dian dalam siaran resmi, Selasa (30/11/2021).

Acara pengarahan kepada para perwakilan Indonesia di luar negeri ini turut menghadirkan Co-Sherpa Indonesia, Deputi Keuangan dan Bank Sentral G20, serta tim logistik Presidensi G20 RI (Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral Kemenko Perekonomian, Direktur Konsuler Kemlu, dan Chief Change Management Officer I Kemkeu).

Dalam briefing tersebut, Kemlu menegaskan tema Presidensi G20 Indonesia yaitu 'Recover Together, Recover Stronger.' Tema ini didukung dengan lima pilar memperkuat lingkungan kemitraan, mendorong produktivitas, meningkatkan ketahanan dan stabilitas, memastikan pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif, danĀ 
kepemimpinan kolektif global yang lebih kuat.

Kemlu juga menekankan bahwa Indonesia akan membahas sejumlah isu yang menjadi kepentingan nasional selama menjabat Presidensi G20, yaitu persoalan seputar perpajakan, sumber daya manusia, reformasi struktural dan produksi vaksin. Kegiatan awal Indonesia sebagai Presidensi G20 akan dilakukan dalam pertemuan pertama Sherpa G20 di Jakarta, pada 7-8 Desember 2021. Setelah itu, Indonesia akan menggelar Central Bank Deputies Meeting di Bali pada 9-10 Desember 2021.

Pada kegiatan-kegiatan tersebut Indonesia akan mengundang negara-negara lain di luar anggota G20. Beberapa negara yang diundang adalah Uni Emirat Arab, Spanyol, Singapura, Belanda dan organisasi regional seperti ASEAN, PIF, CARICOM, NEPAD, dan Afican Union.

Sebagai catatan, Indonesia akan menjadi Presidensi G20 sejak 1 Desember 2021 hingga 30 november 2022. Rencananya akan ada lebih dari 150 pertemuan G20 yang diselenggarakan sepanjang Indonesia menjadi Presidensi G20. Seluruh perwakilan Indonesia di luar negeri diharap dapat mendukung kelancaran dan proses kedatangan para delegasi G20 sepanjang acara berlangsung.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading