Internasional

Covid Jerman Makin Ngeri, Merkel Beri Warning Parah

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
18 November 2021 07:20
Angela Merkel. (AP/Markus Schreiber)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan situasi pandemi Covid-19 di negaranya cukup dramatis. Salah satu negara Eropa Tengah itu saat ini mengalami lonjakan kasus infeksi hingga mencapai rekor.

"Gelombang keempat menghantam negara kita dengan kekuatan penuh," kata Merkel dalam acara untuk Asosiasi Kota-kota Jerman, menurut terjemahan oleh Deutsche Welle dan beberapa media lainnya, dikutip dari CNBC International, Kamis (18/11/2021).


"Jumlah infeksi baru setiap hari lebih tinggi dari sebelumnya ... dan jumlah kematian harian juga menakutkan," katanya, menambahkan belum terlambat untuk masyarakat mendapatkan vaksin Covid.

Komentar Merkel muncul setelah Institut Robert Koch, badan kesehatan masyarakat Jerman, melaporkan 52.826 infeksi dan 294 kematian baru, Rabu (17/11/2021). Sementara per Kamis, negara ini mencatat 60.753 infeksi dan 248 kematian baru.

Menurut data Worldometers, hingga saat ini, Jerman telah mencatat total 5.169.657 kasus infeksi dan 98.908 kematian. Minggu ini, pemerintah dan pemimpin negara bagian di bawah kepemimpinan Merkel juga dijadwalkan bertemu untuk membahas kemungkinan pembatasan nasional baru.

Beberapa negara bagian dan kota telah memberlakukan lebih banyak tindakan Covid dan mengharuskan masyarakat untuk menunjukkan "paspor vaksin". Kartu Covid, terkait status vaksinasi individu atau jika mereka baru saja pulih dari virus, akan berlaku untuk mengakses bar, restoran, dan tempat umum lainnya seperti bioskop atau museum.

Aturan Covid ini dikenal secara luas sebagai "aturan 2G" karena mengacu pada status orang divaksinasi "geimpft" atau dipulihkan "genesen" dalam bahasa Jerman. Aturan Covid juga diperketat pada tradisi tahunan Pasar Natal Jerman.

Pekan lalu, ahli virologi Jerman terkemuka Christian Drosten menyerukan tindakan segera yang harus diambil oleh pemerintah. Dia memperingatkan bahwa negara itu dapat menyaksikan sebanyak 100.000 lebih banyak kematian akibat virus jika tidak ada yang dilakukan untuk mengatasi penyebaran.

Sementara infeksi baru meroket di antara masyarakat yang tidak divaksinasi, terutama di antara anak-anak yang lebih muda. Sementara vaksinasi Covid di antara orang dewasa telah membantu menjaga infeksi parah, rawat inap, dan kematian jauh lebih rendah daripada gelombang sebelumnya.

Jerman tidak sendirian mengalami lonjakan kasus Covid baru dengan Irlandia, Belanda, Slovakia, dan Austria juga mengalami lonjakan. Menurut WHO, Eropa kini menjadi episentrum corona.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saat Angela Merkel Kaget & Shocked Jerman Bisa Banjir


(tfa/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading