Internasional

Chaos di Eropa, Bentrokan Terjadi di Perbatasan Polandia

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
17 November 2021 11:10
Polish law enforcement officers use water cannons, as migrants carry a log towards a fence at Kuznica - Bruzgi checkpoint, Poland, November 16, 2021. Policja Podlaska/Handout via REUTERS NO RESALES. NO ARCHIVES. MANDATORY CREDIT. THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY.

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis migran di Eropa makin kacau. Bahkan ketegangan terjadi di perbatasan Polandia dan Belarusia, Selasa (16/11/2021).

Pasukan keamanan Polandia dilaporkan bentrok dengan migran yang kebanyakan berasal dari Afrika, Timur Tengah dan Afghanistan, di perbatasan Belarusia. Dalam rekaman video para migran melempari petugas dengan batu sehingga membuat Polandia mengarahkan meriam air ke para pengungsi.


Dikutip dari Reuters, video juga menunjukkan bagaimana para migran melemparkan botol dan balok kayu ke tentara Polandia. Mereka menggunakan tongkat untuk mencoba menerobos pagar negara itu.

Rekaman yang dibagikan oleh juru bicara pemerintah dan Kementerian Pertahanan Polandia menunjukkan eskalasi lebih lanjut dari krisis di perbatasan tersebut. Di sana, migran berkumpul dalam jumlah yang terus meningkat sejak minggu lalu.

Kementerian Dalam Negeri Polandia mengatakan seorang polisi terluka parah akibat dilempari sebuah benda ke seberang perbatasan. Kini dia sedang berada di rumah sakit dengan tulang tengkorak yang diduga retak.

Tidak hanya itu, Kementerian Pertahanan Polandia sempat mencuit di Twitter bahwa pihak berwenang Belarusia telah memberikan granat suara kepada para migran. Alat ini digunakan untuk dilemparkan ke tentara dan penjaga perbatasan Polandia.

Sebagaimana diketahui, Belarusia menjadi tempat ribuan orang berkumpul untuk bermigrasi ke Uni Eropa (UE). Negara ini dituduh UE sedang mengacaukan blok dengan mendorong migran melintasi perbatasan secara ilegal.

Akibatnya, UE tengah mempersiapkan sanksi lebih lanjut terhadap Belarusia. Migrasi besar-besaran juga terjadi atas tindakan keras terhadap protes pemilihan kembali Presiden Alexander Lukashenko tahun lalu.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan dia sangat prihatin. Belarus dikatakannya membahayakan nyawa para migran yang tidak bisa masuk ke negara manapun.

Juru bicara pemerintah Polandia mengatakan pemerintah sedang mendiskusikan apakah akan meluncurkan konsultasi formal mengenai krisis tersebut dengan sekutu NATO. "Kami sedang mempersiapkan hasil yang pesimistis - bahwa konflik ini dapat berlangsung selama berbulan-bulan," kata juru bicara Piotr Muller dalam konferensi pers.

Menurut pihak berwenang Polandia, lebih dari 20.000 anggota polisi, penjaga perbatasan dan tentara memperkuat perbatasan tempat para migran berkumpul di dekat kota Kuznica di Polandia. Diperkirakan 4.000 migran berada di perbatasan dan banyak yang mengatakan pihak berwenang Belarusia tidak mengizinkan mereka kembali ke Minsk.

Pemimpin partai berkuasa Polandia Jaroslaw Kaczynski mengatakan negaranya sedang menghadapi perang hibrida. "Kami memiliki perang hibrida, tetapi perang yang sebenarnya, dengan senjata, tidak ada di cakrawala kami. Kami menghadapi musuh yang tidak terduga," kata Kaczynski kepada radio publik Polandia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Eropa Panas hingga Rusia Kirim Bomber, Ada Apa?


(tfa/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading