Internasional

Yellen Bawa Kabar Buruk Lagi, AS Terancam Default & Resesi

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
17 November 2021 09:25
Treasury Secretary Janet Yellen speaks during a meeting with President Joe Biden and business leaders about the debt limit in the South Court Auditorium on the White House campus, Wednesday, Oct. 6, 2021, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen memperkirakan negara tersebut bakal kesulitan membayar utangnya setelah 15 Desember 2021. Dalam surat terbarunya ke DPR AS yang dikuasai partai pendukung Joe Biden, Demokrat, ia mendesak tindakan cepat kembali diambil untuk menaikkan batas pinjaman pemerintah federal.

Dalam suratnya Yellen mengatakan sumber daya yang tersedia tidak mencukupi untuk membiayai operasi pemerintah AS di luar tanggal tersebut. Ia mendesak kongres menaikkan atau menangguhkan aturan yang membatasi utang pemerintah sesegera mungkin.


"Ada skenario di mana Departemen Keuangan akan dibiarkan dengan sumber daya yang tersisa tidak mencukupi untuk terus membiayai operasi pemerintah AS di luar tanggal ini," tulisnya ke Ketua DPR Nancy Pelosi, dikutip dari The New York Times, Rabu (17/11/2021).

"Untuk memastikan kepercayaan penuh dan kredit dari Amerika Serikat, sangat penting bahwa Kongres menaikkan atau menangguhkan batas utang sesegera mungkin."

Ia pun kembali menekankan, jika anggota parlemen gagal melakukannya sebelum tanggal yang disebut, pemerintah AS akan default untuk pertama kalinya. Yellen memperkirakan default akan menyebabkan resesi dan membahayakan peran dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia.

Yellen menjelaskan lagi bahwa "ramalan berbahaya" ini merupakan hasil dari pengesahan rencana infrastruktur senilai US$1 triliun (setara Rp 14.230 triliun, asumsi Rp 14.200/US$) Biden awal pekan ini. Kemarin Biden menandatangani UU Investasi Infrastruktur dan Pekerjaan, yang mengalokasikan US$ 118 miliar untuk Dana Perwalian Jalan Raya.

"Dana ini harus ditransfer ke Dana Perwalian Jalan Raya dalam waktu satu bulan setelah berlakunya undang-undang, dan transfer akan selesai pada 15 Desember," tulis lagi dikutip dari CNBC International.

Ia menyakini DPR Demokrat memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan itu tanpa dukungan Partai Republik. Sebelumnya masalah ini sudah disuarakan sejak beberapa bulan lalu dan karena tekanan Republik, Kongres AS hanya meloloskan kenaikan plafon utang sementara pada awal Oktober dan terbatas membiayai beberapa hal saja.

Sementara itu DPR AS diperkirakan juga akan memberikan suara pada jaring pengaman sosial dan rencana iklim Biden senilai hampir US$ 1,8 triliun minggu ini, sebelum Kongres melakukan reses Thanksgiving. Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer mengatakan bahwa ia bertujuan untuk meloloskan rancangan tindakan yang dikenal sebagai Build Back Better Act, sebelum Natal.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terancam Shutdown, Menkeu AS Minta Naikkan Batas Utang


(tfa/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading