Internasional

Ada Krisis Baru di Eropa, Putin Dituding 'Biang Kerok'

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
10 November 2021 08:02
Presiden Rusia Vladimir Putin di acara KTT AS-Rusia, Villa La Grange di Jenewa, Swiss, Rabu (16/62021). (AP/Alexander Zemlianichenko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan antara Uni Eropa (UE) dan Rusia kembali terjadi. Kali ini diakibatkan oleh gelombang imigran Timur Tengah yang mencoba memasuki Polandia dari Belarusia secara ilegal.

Mengutip AFP, Perdana Menteri (PM) Polandia Mateusz Morawiecki menyebut dua pihak berada dalam pusaran krisis migran ini. Ia menunjuk langsung Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko sebagai dalang dari arus migran ilegal ini.


"Serangan yang dilakukan Lukashenko ini memiliki otak di Moskow, dalangnya adalah Presiden Putin," kata Morawiecki kepada parlemen Polandia, dikutip Rabu (10/11/2021).

Hal serupa juga dialamatkan dari Brussels. Juru bicara UE, Peter Stano, menyebut bahwa ini merupakan rangkaian aksi balasan yang dilakukan Belarusia dan Rusia atas sanksi yang dijatuhkan UE.

"Ini adalah bagian dari pendekatan yang tidak manusiawi dan benar-benar bergaya gangster dari rezim Lukashenko," katanya.

Sementara itu, tuduhan ini mendapatkan reaksi keras dari Moskow. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyalahkan "petualangan" militer Barat di Timur Tengah. Ini mendorong para migran meninggalkan wilayah tersebut.

"Mengapa, ketika menyangkut pengungsi yang menuju Uni Eropa dari Turki, apakah UE menyediakan dana untuk menahan mereka di wilayah Turki?" sebutnya kepada wartawan.

"Mengapa orang Belarusia tidak dapat dibantu dengan cara yang sama?"

Krisis memuncak pada hari Senin ketika ratusan migran berbaris ke perbatasan dalam upaya untuk menyeberang tetapi dihadang oleh barisan polisi Polandia, tentara dan penjaga perbatasan di balik kawat berduri. Baik Polandia maupun Belarus mengatakan antara 3.000 hingga 4.000 migran sekarang berada di kamp improvisasi di perbatasan, dekat desa Kuznica di Polandia.

Wartawan dilaporkan dilarang masuk ke daerah itu. Namun video yang dirilis oleh otoritas Belarusia dan Polandia menunjukkan para migran berkumpul di sepanjang kawat berduri, berkerumun di dekat api dan di tenda-tenda ketika temperatur berada di sekitar titik beku.


[Gambas:Video CNBC]

(tps/tps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading