Internasional

Eropa Panas hingga Rusia Kirim Bomber, Ada Apa?

News - sef, CNBC Indonesia
11 November 2021 06:11
uni eropa

Jakarta, CNBC Indonesia - SituasiĀ Eropa kini memanas. Hal ini terjadi akibat krisis pengungsi di perbatasan Belarus dan Polandia.

Belarus dituding Polandia membiarkan ribuan migran illegal melintasi wilayahnya dan mencoba "menerobos" perbatasan Polandia. Para pengungsi berasal dari sejumlah wilayah konflik di Timur Tengah, Afghanistan dan Afrika.


Rusia, pendukung Belarus pun, disalahkan atas masalah tersebut. Bahkan Perdana Menteri (PM) Polandia Mateusz Morawiecki menuding Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai dalang dibalik ini, bersama dengan Presiden Belarus Alexander Lukashenko.

Hal ini membuat Rusia geram. Negeri itu bahkan membalas Uni Eropa (UE) dan mengatakan kelompok itu tengah mencoba "mencekik" Belarus.

Dalam update terbaru, Rusia mengirimkan dua bomber Tu -22M3 ke langit Belarus untuk berpatroli, Rabu (10/11/2021). Di sebuah pernyataan, Rusia mengatakan ada "peningkatan ketegangan di perbatasan timur dengan NATO".

"Saya berharap Eropa lebih bertanggung jawab agar tidak membiarkan diri terbawa dalam spiral yang berbahaya," tegas Menteri Luar Negeri Eropa Sergei Lavrov saat konferensi pers bersama Menlu Belarusia Vladimir Makei, dikutip Reuters, Kamis (11/11/2021).

Makei sendiri mengatakan kedua negara mendukung satu sama lain. Aktivitas tak bersahabat akan dihalau bersama kedua negara.

Sementara itu, dalam sebuah panggilan telepon dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, Putin meminta UE membahas krisis ini dengan Minsk. Melalui juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Rusia mengatakan keengganan Eropa menerima migran membawa bencana kemanusiaan.

"Jelas bahwa bencana kemanusiaan membayangi, dengan sikap keengganan orang Eropa menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai Eropa sendiri," kata Peskov.

Krisis migran di Eropa meledak sejak Senin ini. Ratusan pengungsi berbaris ke perbatasan Belarus untuk menyeberang ke Eropa meski dihadang polisi Polandia, tentara dan penjaga perbatasan di balik kawat berduri.

Baik Polandia maupun Belarus mengatakan antara 3.000 hingga 4.000 migran sekarang berada di kamp improvisasi di perbatasan, dekat desa Kuznica di Polandia. Wartawan dilaporkan dilarang masuk ke daerah itu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Potret 'Krisis' Baru Eropa di Perbatasan Polandia-Belarusia


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading