Internasional

Pentagon Ketar-ketir, Negara Ini Jadi 'Raksasa' Baru Nuklir

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
04 November 2021 06:49
Chinese United Nations (UN) peacekeeping forces march in formation during a parade to commemorate the 70th anniversary of the founding of Communist China in Beijing, Tuesday, Oct. 1, 2019. Trucks carrying weapons including a nuclear-armed missile designed to evade U.S. defenses rumbled through Beijing as the Communist Party celebrated its 70th anniversary in power with a parade Tuesday that showcased China's ambition as a rising global force. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pentagon memaparkan kembali perkembangan senjata China. Dalam laporan terbarunya, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) itu mengatakan China telah dengan ekspansif menggenjot persenjataan nuklirnya dan akan memiliki 700 hingga 1.000 hulu ledak buklir di 2030.

Dalam laporan terbarunya ke Kongres AS, Pentagon menyebut ini bagian dari pembangunan Beijing yang ambisius. Laporan itu menunjukkan peningkatan drastis dari proyeksi kekuatan militer China tahun lalu, yang menyebut akan ada sekitar 400 hulu ledak di negara itu dalam satu dekade mendatang.


"Selama dekade berikutnya China bertujuan untuk memodernisasi, mendiversifikasi dan memperluas kekuatan nuklirnya," kata Pentagon, dikutip dari CNBC INternational, Kamis (4/11/2021).

"China berinvestasi dan memperluas, jumlah platform pengiriman nuklir berbasis darat, laut dan udara, serta membangun infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung ekspansi besar kekuatan nuklirnya."kata dokumen seraya menambahkan bahwa China juga mulai membangun tiga fasilitas silo rudal balistik antar benua.

Mengutip AFP, Pentagon telah mengatakan bahwa China kini menjadi perhatian keamanan utama AS di masa depan. Apalagi Negeri Panda telah berjanji untuk membangun tentaranya, PLA, menjadi pasukan kelas dunia di 2049 berdasarkan rencana negara resmi.

"Pada 2027, China bertujuan untuk memiliki kemampuan melawan militer AS di kawasan Indo Pasifik dan memaksa Taiwan ke meja perundingan dengan persyaratan Beijing,"

"Meskipun China secara terbuka mengadvokasi unifikasi damai dengan Taiwan, China tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan militer," lapor Pentagon lagi.

"China memiliki berbagai opsi untuk kampanye militer melawan Taiwan termasuk potensi blockade udara dan laut hingga amfibi skala penuh."

Pertumbuhan nuklir China selama ini 'dikerdilkan' jika dibanding AS dan Rusia. AS sendiri disebut memiliki sekitar 3.750 hulu ledak nuklir cadangan.

AS sudah meminta China untuk bergabung dengan Washington dan Moskow, dalam perjanjian kontrol senjata yang baru. Namun belum ada respon jelas China soal ini.

Sementara itu, dengan Taiwan, China bersumpah mengupayakan 'penyatuan kembali' dengan pulau itu. China menganggap Taiwan bagian dari provinsinya yang membelot.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jreng! Militer China & Pentagon Bicara 'Empat Mata', Ada Apa?


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading