Internasional

Pentagon Panik, Negara Ini Jadi 'Raksasa' Baru Nuklir Dunia

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
03 December 2021 06:42
Chinese military vehicles carrying DF-100 cruise missiles roll during a parade to commemorate the 70th anniversary of the founding of Communist China in Beijing, Tuesday, Oct. 1, 2019. Trucks carrying weapons including a nuclear-armed missile designed to evade U.S. defenses rumbled through Beijing as the Communist Party celebrated its 70th anniversary in power with a parade Tuesday that showcased China's ambition as a rising global force. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) ketar-ketir, sebab perkembangan militer dan alutsista China melesat naik dengan cepat. AS sendiri tengah mengalami gangguan dan permasalahan birokrasi, sehingga belum bisa menyamaratakan kekuatan di bidang pertahanan.

Wakil Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal John Hyten mengatakan saingannya itu bisa menjadi negara dengan kemampuan militer terkuat di dunia.


"Menyebut China sebagai ancaman adalah istilah yang tepat karena kecepatan pergerakan China sangat menakjubkan," ujar Hyten kepada wartawan di meja bundar Defense Writers Group, dikutip dari CNN International, Jumat (3/12/2021).

Hyten mengatakan salah satu contohnya adalah perkembangan rudal hipersonik yang dikabarkan berhasil diluncurkan China. AS sendiri gagal meluncurkan rudal serupa tak lama setelah pemberitaan hipersonik China dimuat media.

"Dalam lima tahun terakhir, AS telah melakukan tes hipersonik, sementara orang China telah melakukan ratusan," katanya.

Bukan cuma militer China, Hyten juga menyebut Rusia tetap menjadi ancaman eksistensial terbesar bagi AS. Sebab negara Presiden Vladimir Putin ini memiliki 1.500 senjata nuklir.

"Mereka memiliki 1.500 senjata nuklir yang dikerahkan, sementara China punya setidaknya 20% dari itu. Jadi anda juga harus khawatir dengan Rusia," ungkapnya.

"Rusia juga sudah memiliki kemampuan hipersonik operasional dengan senjata nuklir. Dan mereka terus bereksperimen dengan hipersonik, meski tidak secepat China."

Sebelumnya China sempat meluncurkan rudal jarak menengah hipersonik, DF-17, pada 2019. Rudal dapat menempuh jarak sekitar 2.000 kilometer (1.200 mil) dan dapat membawa hulu ledak nuklir.

Selain itu, dalam momentum konferensi militer terkait persenjataan dan peralatan beberapa waktu lalu, Presiden China Xi Jinping telah meminta kepada pihak pertahanannya agar melakukan pengembangan persenjataan dan peralatan militer negara itu.

Seruan Xi ini dimanifestasikan dalam Rencana Lima Tahun China ke-14. Xi menilai langkah ini juga diperlukan untuk menyambut momen seratus tahun Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) di 2027 mendatang, sebagaimana dilaporkan Global Times.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Negara Ini Bakal Jadi 'Raksasa' Nuklir Dunia, Pentagon Panik


(tfa/tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading