Internasional

Heboh China Minta Warga 'Timbun' Makanan Pokok, Ada Apa?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
03 November 2021 08:55
Residents rush to stock up on necessities at a supermarket after authorities lockdown near residential blocks to prevent the spread of the COVID-19 in Wuhan city in central China's Hubei province Monday, Aug. 2, 2021. Chinese authorities announced Tuesday the mass testing of Wuhan as an unusually wide series of COVID-19 outbreaks reached the city where the disease was first detected in late 2019. (Chinatopix via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China mendesak warganya untuk mulai 'menimbun' bahan-bahan kebutuhan sehari-hari. Pemberitahuan diberikan secara resmi oleh Kementerian Perdagangan, Senin (1/11/2021) malam waktu setempat.

Hal ini dilakukan seiring sejumlah masalah yang menyerang negara itu, mulai dari cuaca buruk, kekurangan energi dan pembatasan sosial akibat Covid-19 yang akan menganggu pasokan. Pemerintah Daerah (Pemda) diminta wajib memastikan hal ini.


Kebutuhan ini juga termasuk sayuran, minyak dan unggas untuk kebutuhan darurat. Bukan hanya untuk musim dingin ini, China meminta warga menyetok makanan hingga musim semi.

Hal ini mendadak membuat gelombang kepanikan di media China. Sejumlah netizen berspekulasi soal apa yang terjadi.

"Pemerintah bahkan tidak menyuruh kami untuk menimbun barang saat wabah Covid merebak di awal 2020," tulis salah satu pengguna Weibo menanggapi kabar tersebut.

"Mungkin pihak berwenang mengingatkan orang-orang bahwa mereka mungkin tidak mampu membeli sayuran musim dingin ini," ujar yang lain.

Sementara media ekonomi setempat, menulis bahwa pemerintah hanya mengingatkan tiap keluarga agar bersiap pada penguncian (lockdown). Ini akibat gelombang baru Covid-19 China.

Klaster Covid-19 baru muncul sejak 17 Oktober dari sebuah grup wisata. Dari awal ditemukan hingga kini, Covid-19 telah menyebar di 11 provinsi dengan ratusan kasus, dan menyebabkan China melakukan penguncian ketat di tiga kota.

China sendiri telah mempertahankan kebijakan nol covid-19 yang ketat. Ini terjadi saat sejumlah negara dunia secara bertahap membuka diri untuk belajar hidup dengan virus.

Meski demikian, CCTV mengatakan pengumuman yang meminta warga 'menimbun' makanan tersebut dibaca terlalu berlebihan. Media itu juga merilis wawancara dengan seorang pejabat Kemendag yang mengatakan pasokan harian untuk warga masih cukup dan akan dijamin sepenuhnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Klaster Baru Covid-19, China Setop Penerbangan & Sekolah


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading