Internasional

China Pening! Belum Kelar Krisis & Covid, Harga Sayur Naik

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
28 October 2021 13:35
Ilustrasi bendera China. AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - Menjelang musim dingin, harga sayuran diĀ China melonjak tinggi dan bahkan lebih mahal dari harga daging babi. Lonjakan harga terjadi pasca hujan lebat yang membanjiri lahan sayuran di Negeri Tirai Bambu.

Sejak September hingga awal Oktober, terjadi hujan deras terjadi di sebagian besar wilayah utara China. Kebanyakan membanjiri provinsi penghasil sayuran terbesar di Shandong.


"Semua sayuran mati di tanah," kata Zhou Rui, petani yang menanam sekitar 7 hektar (17 hektar) di daerah Juancheng di provinsi tersebut, dikutip dari Reuters, Kamis (28/10/2021).

Rui mengatakan pasca bencana tersebut, hanya ada sedikit yang tersisa untuk dipetik setelah ladang bayam, kubis dan ketumbar tergenang air. Sementara beberapa petani belum menanam kembali karena cuaca sudah terlalu dingin.

Indeks harga yang diterbitkan pusat perdagangan sayuran provinsi Shouguang menunjukkan harga bayam telah melonjak menjadi 16,67 yuan atau setara Rp 37 ribu (asumsi Rp 2.220/yuan) per kg minggu ini, dari hanya 6,67 yuan (Rp 14 ribu) pada akhir September.

Harga brokoli, mentimun, dan kubis juga naik lebih dari dua kali lipat dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut pemerintah kota, rata-rata harga grosir sayuran di ibu kota telah melonjak 39,8% sejak September lalu, sementara beberapa sayuran berdaun naik lebih dari 50%.

Harga yang meroket menjadi topik hangat di media sosial Weibo China. Banyak pengguna mengatakan sayuran sekarang harganya lebih mahal daripada daging babi, daging pokok negara itu.

"Ketumbar sekarang 17,8 yuan per setengah kilo, itu benar-benar lebih mahal daripada daging babi!" tulis seorang pengguna di provinsi timur Anhui.

Kenaikan harga sayur, pada saat pengawasan inflasi semakin meningkat, mengkhawatirkan pejabat pemerintah di Beijing yang ingin memastikan pasokan makanan cukup menjelang musim dingin.

Pihak berwenang di Beijing memperingatkan harga bisa lebih naik dalam beberapa minggu ke depan. Ini dikarenakan kota tersebut mencari sumber sayuran ke wilayah selatan saat musim dingin dan harga bahan bakar transportasi sedang tinggi-tingginya.

Namun, harga sayuran yang tinggi diprediksi tidak akan mendorong inflasi harga konsumen secara keseluruhan. Inflasi akan terjadi karena melonjaknya biaya bahan bakar yang secara bertahap diteruskan ke konsumen, akibat dari krisis energi.

Harga batu bara China telah naik hampir 190% tahun ini karena pasokan yang terbatas. Ini terjadi menyusul pemeriksaan keamanan ketat dan penyelidikan korupsi di wilayah pertambangan utama, sementara hujan lebat membanjiri puluhan tambang batu bara utara di negara tersebut.

China juga kini tengah dilanda kenaikan kasus Covid-19 lagi, sejak ditemukannya klaster grup wisata, 17 Oktober 2021. Klaster ini menyebabkan ratusan kasus dalam seminggu dan menyebar di 11 provinsi serta membuat sejumlah kota lockdown.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading