Internasional

Kim Jong Un Uji Coba Rudal Balistik, PBB-AS-Inggris 'Panas'!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
20 October 2021 13:50
FILE - In this undated file photo provided by the North Korean government on July 30, 2021, North Korean leader Kim Jong Un attends a workshop of the commanders and political officers of the Korean People's Army, in Pyongyang, North Korea. U.N. human rights investigators have asked North Korea to clarify whether it has ordered troops to shoot on sight any trespassers who cross its northern border in violation of the country's pandemic closure. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided and cannot be independently verified. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Utara (Korut) mengkonfirmasi telah mencoba melakukan percobaan peluncuran misil balistik kapal selam terbaru. Hal ini terjadi setelah pemerintah Korea Selatan (Korsel) melaporkan apa yang terjadi di pantai timur Korut.

Melansir Aljazeera, Rabu ini (20/10), disebutkan bahwa misil balistik ini adalah misil SLBM atau Submarine-Launched Ballistic Missile (SLBM) jenis terbaru dan sudah dirilis beberapa foto terkait dengan ini.

Misil yang diklaim memiliki teknologi kontrol yang mutakhir ini ditembakkan dari kapal yang sama, pada saat negeri yang dipimpin Kim Jong Un ini melakukan uji coba SLBM 5 tahun lalu.


Namun dalam laporan tidak menyinggung ada kehadiran Kim Jong Un.

Peluncuran misil ini dilakukan dekat dengan kota Sinpo yang memang punya galangan kapal untuk pembuatan kapal selam.

Aksi ini juga menjadi peluncuran kelima kalinya, sejak September lalu dan uji coba SLBM pertama kali sejak 2019. Padahal Korut dilarang melakukan uji coba rudal di bawah sanksi PBB.

Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan darurat dan tertutup di Korut pada Rabu ini, atas permintaan Amerika Serikat dan Inggris.

Korea Utara memang sedang meningkatkan persenjataan militer sejak pembicaraan denuklirisasi gagal pada 2019. Disusul KTT Hanoi yang berakhir tanpa kesepakatan, antara Kim Jong Un dan Presiden Amerika waktu Itu Donald Trump.

Kim menuduh Amerika dan Korea Selatan mempertahankan sikap bermusuhan terhadap Korea Utara, berkeras pengembangan militer di negaranya penting untuk mempertahankan diri.

Dalam masa pemerintahan Joe Biden saat ini, Gedung Putih mendesak Korea Utara untuk kembali pada meja perundingan. Utusan Amerika juga sudah melakukan perjalanan ke Seoul untuk menghidupkan kembali diplomasi dengan Korea Utara.

Misil Lebih Canggih

Dari foto yang diterbitkan terlihat rudal yang diluncurkan baru-baru ini lebih tipis dan kecil dari desain SLBM sebelumnya. Meski masih spekulasi model itu tidak pernah ditunjukkan pada pameran pertahanan di Korea Utara, pada pekan lalu.

Dengan ukuran yang lebih kecil memungkinkan kapal selam membawa rudal lebih banyak. Rudal itu juga menampilkan teknologi kontrol yang lebih canggih. Menurut analis negara itu membuat lebih banyak pengembangan pada kapal selam, menjadi lebih besar dalam pembangunan.

"Mereka hanya mendiversifikasi opsi peluncuran kapal selam," kata Dave Schmerler Peneliti Senior di James Martin Center for Nonproliferation Studies di California, dikutip Aljazeera.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading