Internasional

Awas Gelombang 3 Covid RI, Inggris hingga Rusia Sudah Meledak

News - Tommy Patrio Sorongan & Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
19 October 2021 12:10
The Union Jack flag flies above the Houses of Parliament from the Victoria Tower in London, Thursday, Sept. 12, 2019. The British government insisted Thursday that its forecast of food and medicine shortages, gridlock at ports and riots in the streets after a no-deal Brexit is an avoidable worst-case scenario. (AP Photo/Alastair Grant)

Kasus Covid-19 harian Inggris kembali 'meledak'. Negeri itu mencatat 49.156 kasus baru, tertinggi sejak pertengahan Juli 2021, Senin (18/10/2021)

Angka ini naik dari Minggu, 44.989. Ini menjadikan total kasus Covid-19 Inggris menjadi 8.497.868 sejak pandemi masuk ke negeri itu 2020.


Kemarin, angka kematian tercatat bertambah 45 kasus. Ini menjadikan total warga yang meninggal karena Covid-19 sejak pandemi terjadi menjadi 138.629.

Berdasarkan data Our World in Data, 14 Oktober, Inggris memang sudah menyuntik satu dosis vaksin ke 73,8% populasi dan dua dosis ke 67,5% warga. Namun cakupan vaksin anak dan remaja masih tiga kali lebih rendah, dibanding Skotlandia.

Ini jadi tantangan bagi negara itu menjelang musim dingin yang trennya membuat kasus flu melonjak. Para ahli khawatir Covid-19 juga akan semakin naik, membebani rumah sakit dan menaikkan angka kematian.

Sementara itu, mengutip Johns Hopkins, beban kasus Inggris lebih tinggi menurut standar global. Di mana Inggris memiliki 589,68 insiden kasus baru per juta, dua kali lipat AS dan lima kali lipat Jerman.

Sejak Juli lalu, pemerintah Inggris memang resmi mencabut pembatasan pandemi virus corona. Seluruh aturan social distancing dihapus, meski ini memicu kecaman para ilmuwan dan partai oposisi karena dianggap berbahaya.

Selain itu, kelab-kelab malam pun dibuka kembali dan semua tempat acara indoor bisa beroperasi kembali dalam kapasitas penuh. Setelah pembatasan dicabut, aturan wajib masker dan bekerja dari rumah (WFH) juga dihapus.

Terbaru, Mantan komisioner Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) Scott Gottlieb menyerukan penelitian mendesak tentang mutasi varian Delta Plus di Inggris. Ini dikatakannya seiring kenaikan kasus Covid-19 harian Inggris saat ini.

"Kami membutuhkan penelitian mendesak untuk mengetahui apakah Delta Plus ini lebih menular, memiliki penghindaran kekebalan parsial," kata Dr Gottlieb dalam tweet pada dikutip Straits Times.

Halaman 5>>

HALAMAN :
1 2 3 4 5 6
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading