Internasional

Krisis Energi Hantam Dunia: Eropa, China, India, Jepang ke AS

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
15 October 2021 06:50
Indian crowd wave their flags as they wait for Indian Prime Minister Narendra Modi at a community gathering during his two-day visit, at Bahrain National Stadium, Isa Town, in Manama, Bahrain, August 24, 2019. REUTERS/Hamad I Mohammed

India

Sementara itu di India, pemerintah setempat telah meminta kepada produsen listrik untuk mengimpor hingga 10% dari kebutuhan batu bara mereka. Hal ini dilakukan di tengah kekurangan bahan bakar di India.

Negara bagian juga sudah diperingatkan. Bahwa perusahaan akan membatasi pasokan listrik mereka jika mereka kedapatan menjual listrik di bursa listrik untuk menguangkan kembali di saat harganya melonjak.


India merupakan produsen batu bara terbesar kedua di dunia, dengan cadangan terbesar keempat di dunia. Tetapi, melonjaknya permintaan listrik yang telah melampaui tingkat pra-pandemi membuat pasokan batu bara India yang dikelola negara tidak lagi cukup untuk memenuhi permintaan tersebut.

Pada Selasa (12/10/2021) kemarin, Kementerian Tenaga Listrik India, dilaporkan Reuters, meminta perusahaan atau industri yang bergantung pada batu bara lokal untuk mengimpor hingga 10% dari kebutuhan batu bara. Ini untuk dicampur dengan kadar domestik untuk memenuhi peningkatan permintaan listrik.

Lebih dari setengah dari 135 pembangkit listrik tenaga batu bara India memasok sekitar 70% listrik di India. Namun saat ini memiliki stok bahan bakar yang akan bertahan kurang lebih tiga hari.

Jepang

Adapun di Jepang, harga listrik telah naik ke level tertingginya dalam sembilan bulan terakhir pada pekan ini karena terpengaruh dari naiknya harga global minyak, gas alam cair, dan batu bara.

Selasa, harga untuk pengiriman listrik jam sibuk di pasar spot mencapai 50 yen per kilowatt hour (kWh) atau US$ 0,44/kWh. Namun pada Senin (11/10/2021) lalu, harga listrik tersebut sempat menyentuh 50,01 yen/kWh, yang merupakan level tertinggi sejak Januari lalu.

Kenaikan harga listrik Jepang juga menghidupkan kembali sejarah musim dingin lalu, ketika harganya mencapai rekor tertinggi. Saat itu, jaringan listrik Jepang hampir gagal dalam krisis energi terburuk bagi negara itu sejak bencana Fukushima.

Seperti pada musim dingin tahun lalu, kenaikan biaya untuk LNG dan batu bara mendorong kenaikan harga listrik di Jepang. Dengan suhu yang lebih dingin hanya beberapa pekan lagi, perusahaan besar Jepang telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah krisis serupa.

"Persediaan LNG telah ditambah dan kini di atas 2,4 juta ton, sekitar 600.000 ton lebih tinggi dari rata-rata empat tahun untuk tahun ini," kata Kementerian Industri Jepang, dikutip dari Reuters.

Halaman 3>>>

HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading