Harga Tanah di Kota Baru Walini Mulai Digoreng

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
12 October 2021 10:45
Progres konstruksi Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). (CNBC Indonesia/Muhammad Choirul)

Jakarta, CNBC Indonesia - Adanya proyek infrastruktur baru selalu mengangkat harga tanah kawasan yang mendapat akses. Begitu juga yang terjadi pada proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung mendorong harga tanah di wilayah Walini, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Menurut Pemerhati dan Ketua Jurusan Arsitektur FTSP Universitas Trisakti, Etty R. K panjang proyek kereta cepat itu mencapai 140 km, yang dilayani sebanyak empat pemberhentian atau stasiun. Di titik pemberhentian akan mengalami pertumbuhan properti.


"Pertumbuhan properti dengan sendirinya ada daya tarik tersendiri karena dekat stasiun," dalam acara Indonesia Housing Forum 2021, Senin (11/10/2021).

Pengaruh pembangunan KA cepat dapat dinikmati secara positif untuk warga sekitar. Karena harga tanah daerah yang dilewati juga mengikuti sesuai dengan aktivitas jangkauan.

Mengutip, market palce OLX, penjualan tanah daerah Walini juga naik menjadi Rp 1,5 juta per meter. Dengan embel-embel masuk 'Kawasan Jalur Kereta Api Cepat' dan 'Kawasan Kota Mandiri Baru Walini'

"Pilih lokasi tanah kelas dua dan tiga pinggiran kota tidak apa, asal dengan akses tol nilainya akan naik berkali-kali. Keuntungan anda dapat selisih keuntungan tinggi lantaran jeli memilih harga murah untuk investasi," tulis penjual.

Dia juga membeberkan informasi fasilitas yang dekat dengan tanah yang dijual, mulai dari dekat dengan Kantor camat Cikalong Wetan, dekat pintu Tol Walini raya, dan masuk kawasan Kereta Cepat Jakarta - Bandung.

Begitu juga harga tanah yang dijual daerah Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, area kawasan kota Walini. Di jual dengan harga Rp 2,2 juta.

Wilayah ini berdekatan dengan fasilitas Kereta Cepat Jakarta - Bandung. Termasuk RSUD Cikalong Wetan, dan Polsek Cikalong Wetan.

Untuk diketahui lokasi stasiun kereta cepat Jakarta - Bandung bertambah satu yang ditetapkan pada April lalu. Sebelumnya proyek ini hanya empat stasiun pemberhentian yakni di Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar, dan tambahan satu stasiun di Padalarang.

Di tiap pemberhentian pengembang juga sudah banyak yang melakukan pembangunan kawasan. Ekonom Faisal Basri mengatakan sudah banyak pengembang yang menduduki daerah titik stasiun.

"Ini proyek properti atau proyek kereta, karena di ujung Bandung itu Summarecon lewat Walini, ada Lippo Group juga. Ini perlu pemahaman ekonomi politik dalam kebijakan publik," kata Faisal.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tanah Walini 'Digoreng' 1.000%, Batal Jadi Stasiun KA Cepat!


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading