Masalah Kereta Cepat, Bos KCIC : Kesulitan Sudah Diatasi

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
18 January 2022 12:20
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI (Menko Marvest). Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi lokasi pengerjaan konstruksi Tunnel #2 KCJB Rabu (12/1/2022), guna memastikan progress pembangunan proyek KCJB. (Dok: KCIC)

Jakarta, CNBC Indonesia - Permasalahan pembangunan terowongan 2 Kereta Cepat Jakarta - Bandung di Purwarkata, Jawa Barat mulai teratasi. Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia - China (KCIC) Dwiyana Slamet menjelaskan proses pengerjaan proyek sudah mulai relatif normal.

"kesulitan sudah bisa kita selesaian jadi per hari progres pekerjaan sudah mulai kembali normal sekarang itu sudah 1,2 meter - 1,8 meter per hari," kata Dwiyana dalam siaran Sekretariat Presiden, Selasa (18/1/2022).

Progres keseluruhan pengerjaan terowongan 2 ini sudah mencapai 69%, dimana harus melewati kondisi lahan clay shale yang mudah longsor. Karena kondisi tanah yang agak ekstrem cepat mengembang dan jika terkena udara daya dukung berkurang hampir 80%.


Dwiyana menjelaskan, lokasi tanah yang sudah mengalami longsoran sudah dilakukan treatment, dengan cara metode double side wall atau 9 bag. Ahli dari China juga melakukan surface grouting seperti pengecoran di titik beton yang berpotensi terjadi longsoran.

"Ahli grouting dan tunnel ini dari China kita kolaborasi dengan ahli dari ITB untuk menyelesaikan proyek ini termasuk tunnel dua kesulitan bisa kita selesaikan," jelasnya.

Secara keseluruhan, progres pembangunan kereta cepat Jakarta Bandung sudah mencapai 79,9%. Diharapkan pada akhir tahun 2022 sudah bisa diuji coba dan pada bulan Juni 2023 bisa beroperasi komersial.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Uang Negara Demi Kereta Cepat China, Relakah Anda?


(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading