Diam-diam RI Sudah 'Untung' Rp 18 Triliun! Duit dari Mana Ya?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
12 October 2021 09:44
Ilustrasi Pertamax Turbo (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis energi dunia membuat harga berbagai komoditas melambung. Diawali dari gas alam, lonjakan harga kemudian diikuti oleh batu bara, minyak bumi, hingga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).

Ya, harga gas alam memang semakin mahal. Pada Selasa (12/10/2021) pukul 08:12 WIB, harga gas alam di Henry Hub (Oklahoma, Amerika Serikat) naik 0,73% ke US$ 5,38/MMBtu. Sejak akhir 2020 (year-to-date), harga komoditas ini melambung 112,05%.


Salah satu dampak kenaikan harga gas alam adalah mahalnya biaya pembangkitan listrik. Di Eropa, Refinitiv mencatat harga pembangkitan dengan gas alam adalah EUR 89,4/MWh pada 5 Oktober 2021.

Sementara dengan batu bara jauh lebih murah yaitu EUR 58,06/MWh. Jadi tidak heran batu bara kini menjadi pilihan pengganti gas alam.

Selain batu bara, minyak bumi juga menjadi alternatif pengganti gas alam sebagai sumber energi primer pembangkit listrik. Ini membuat harga minyak bumi melesat.

Pada pukul 08:19 WIB, harga minyak jenis brent berada di US$ 83,4/barel sementara light sweet US$ 80,26/barel. Secara year-to-date, masing-masing melesat 60,93% dan 65,27%.

Halaman Selanjutnya --> Indonesia Negara Net Importir Minyak

Indonesia Negara Net Importir Minyak
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading