Batu Bara 'Panas' Lagi! Harga Naik 14% dalam Sehari...

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
12 October 2021 06:24
Kapal tongkang Batu Bara (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara melesat pada perdagangan awal pekan ini. Namun lesatan tersebut belum membuat harga si batu hitam mencatat rekor baru.

Kemarin, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) tercatat US$ 257,5/ton. Meroket 14,06% dibandingkan posisi akhir pekan lalu.

Akan tetapi, kenaikan lebih dari 14% tersebut belum mampu membuat harga batu bara mengukir rekor. Saat ini rekor harga batu bara ada di US$ 280/ton yang merupakan titik tertinggi setidaknya sejak 2008.


Harga batu bara memang sedang menjalani tren bullish yang luar biasa. Sejak akhir 2020 (year-to-date), harga komoditas andalan ekspor Indonesia ini sudah naik 200%. Wow...

Krisis energi dunia yang disebabkan oleh lonjakan harga gas berperan besar dalam mendongkrak harga batu bara. Secara year-to-date, harga gas alam di Henry Hub (Oklahoma, Amerika Serikat) melonjak 112,52%.

Ini membuat biaya pembangkitan listrik oleh gas alam menjadi mahal. Di Eropa, Refinitiv mencatat harga pembangkitan dengan gas alam adalah EUR 89,4/MWh pada 5 Oktober 2021.

Sementara dengan batu bara jauh lebih murah yaitu EUR 58,06/MWh. Jadi tidak heran batu bara kini menjadi pilihan pengganti gas alam.

Ditambah lagi permintaan semakin tinggi karena perekonomian di berbagai negara sudah pulih dari hantaman pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). "Pemulihan ekonomi, yang didorong oleh kebijakan moneter longgar dan fiskal yang ekspansif, akan membuat permintaan batu bara meningkat ke atas level sebelum pandemi pada bulan-bulan ke depan," sebut Toby Hassall, Analis Refinitiv, dalam risetnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading