Internasional

Awas Angin Ribut, Biden Bikin Genk Baru Serbu China di LCS

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
16 September 2021 07:30
Presiden AS Joe Biden. (REUTERS/KEVIN LAMARQUE)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan kemitraan baru antara negeri itu, Inggris dan Australia. Ini dilakukan guna memperkuat stabilitas Indo-Pasifik, seiring perluasan pengaruh dan kekuatan militer China.

Ketiganya, bergabung secara virtual dalam pengumuman kemitraan tersebut. Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan PM Inggris Borris Johnson juga hadir.


"Hari ini kami mengambil langkah bersejarah lainnya untuk memperdalam dan meresmikan kerja sama di antara ketiga negara. Karena kami semua menyadari pentingnya memastikan perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik dalam jangka panjang," kata Biden di Gedung Putih, Kamis (15/9/2021).

"Ini tentang berinvestasi dalam sumber kekuatan terbesar kita, aliansi kita."

Ia mengatakan kemitraan akan memastikan bahwa masing-masing negara memiliki kemampuan paling modern untuk melawan ancaman. Pembentukan trio tersebut dilakukan setelah AS mengakhiri keterlibatan di Afghanistan, dan diyakini mulai mengubah haluan ke ancaman China dan Rusia.

AS dan Inggris juga akan membantu Canberra untuk memperoleh kapal selam bertenaga nuklir. Ini akan memungkinkan angkatan laut Australia untuk melawan kapal bertenaga nuklir China di wilayah ini.

"Ini akan memberi Australia kemampuan kapal selam mereka untuk dikerahkan untuk waktu yang lebih lama, lebih tenang, lebih mampu, memungkinkan kita untuk mempertahankan dan meningkatkan pencegahan di seluruh Indo-Pasifik," kata seorang pejabat senior administrasi AS dikutip CNBC Internasional.

"Apa yang kami lihat di kawasan Indo-Pasifik adalah serangkaian keadaan untuk menjadi lebih mumpuni. Ini memungkinkan Australia untuk bermain di level yang jauh lebih tinggi, dan untuk meningkatkan kemampuan Amerika."

Ketiga negara juga berencana memperdalam berbagai teknologi di berbagai area keamanan. Termasuk dunia maya, kecerdasan buatan dan teknologi kuantum.

Namun sumber anonim itu menolak ini merujuk ke pesan baru pada China dan pemerintahan Xi Jinping. Menurutnya ketiga negara tengah memajukan kepentingan strategis mereka dan menegakkan aturan internasional.

AS dan China sendiri terlibat perang dagang di masa Presiden Donald Trump. Kedua negara saling menaikkan tarif. Meski perdagangan di era Biden tak begitu kencang, tapi belum ada kemajuan baru terkait sanksi dagang yang diberikan di masa Trump.

Saat ini China dan Australia juga terlibat perang dagang serupa. Desakan Australia agar dunia menginvestigasi asal muasal Covid-19 yang muncul di Wuhan, China akhir 2019 membuat negeri itu berang.

Di sisi lain, China sendiri mulai ekspansif dengan klaimnya di Laut China Selatan (LCS). Negeri itu mencap hampir 90% wilayah miliknya, bahkan membuat aturan maritim baru yang mengharuskan kapal-kapal khusus melapor ketika melewati perairan kaya itu.

Ini membuat sejumlah negara tegang di Asia Tenggara. Seperti Malaysia, Filipina, Vietnam, termasuk RI soal Natuna Utara.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading