Ledakan Covid Terjadi (Lagi), Ada Travel Warning di China!

News - Thea F, CNBC Indonesia
15 September 2021 16:23
Potret China saat Diserang Varian Delta Covid-19 (Tangkapan layar AP Video)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa kota di China mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) menjelang hari libur besar. Langkah ini diambil setelah ada lonjakan kasus infeksi Covid-19 di Kota Putian, Provinsi Fujian beberapa waktu lalu.

Dilansir dari Reuters, travel warning resmi disahkan menjelang liburan Hari Nasional selama seminggu, yang dimulai pada 1 Oktober, serta liburan Festival Pertengahan Musim Gugur yang dimulai minggu depan.

Kota Jilin di timur laut, serta kota Maoming dan Guangzhou di selatan, telah menyarankan masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan yang tidak penting ke luar provinsi mereka. Provinsi Shanxi dan Heilongjiang juga telah membuat peringatan serupa.

Kota Chifeng dan Hohhot di wilayah otonomi utara Mongolia Dalam juga menyarankan penduduk untuk tetap tinggal selama liburan. Sementara kota Xian di provinsi Shaanxi mengatakan kepada penduduk untuk menghindari meninggalkan kota.

Namun dalam sebuah artikel editorial tabloid negara Global Times mengatakan pejabat lokal tidak boleh dengan santai menganjurkan perintah menyeluruh untuk maskayarat tetap tinggal atau mengubah advokasi semacam itu menjadi persyaratan.

"Kami perlu secara bertahap meningkatkan efisiensi akurat dari rute tanpa kasus dinamis kami," kata surat kabar itu pada Rabu (15/9/2021).

"Kita harus menghindari penghentian total dalam skala besar. Kita harus berjuang untuk deteksi dini setiap wabah. Kita juga perlu memastikan bahwa kita dapat menahannya lebih cepat sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat."

Sebelumnya, lonjakan kasus infeksi virus corona terbaru di China terkait dengan sebuah sekolah dasar (SD) di Kota Putian, Provinsi Fujian.

Laporan awal menunjukkan kasus infeksi kemungkinan disebabkan oleh ayah seorang siswa, yang baru pulang dari Singapura dan dites positif minggu lalu. Ayah siswa yang dites positif terkena virus pada 10 September atau 38 hari setelah kembali dari Singapura pada 4 Agustus.

Akibat kasus ini, pihak berwenang di Fujian telah memerintahkan agar semua guru dan siswa harus diuji dalam waktu seminggu, setelah lebih dari 100 kasus dilaporkan dalam empat hari. SD terkait juga telah ditutup dan siapa pun yang meninggalkan kota Putian harus memiliki bukti tes Covid-19 negatif dalam 48 jam terakhir.

China kini tercatat memiliki total 95.413 kasus infeksi yang dikonfirmasi dan 4.636 kematian, menurut data Worldometers.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading