Internasional

Meledak! 5 Negara Covidnya Terus Rekor, Banyak Tetangga RI

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
13 September 2021 10:10
Lonjakan kasus Covid-19 di Singapura. (REUTERS/EDGAR SU)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 sepertinya masih jauh dari kata usai. Pasalnya beberapa negara di dunia saat ini baru saja memecahkan rekor infeksinya.

Kasus Covid-19 tercatat terus dan masih mengalami kenaikan. Munculnya varian Delta hingga persoalan kelompok anti vaksin menjadi penyebab.


Negara mana saja yang mengalami kenaikan ini? Berikut rangkumannya:

Australia

Australia mulai memecahkan rekor infeksi Covid-19 sejak pekan lalu. Infeksi harian bahkan menembus level di atas 1.500 kasus dalam sehari.

Dalam laporan Minggu (12/9/2021), kasus harian juga mencapai rekor tertinggi sepanjang wabah masuk ke negeri itu. Di mana ada 2.043 kasus terdeteksi.

Sementara hari ini dilaporkan ada 1.655 kasus baru. Saat ini ada 36.456 kasus Covid-19 aktif di negeri itu.

Negara bagian New South Wales (NSW) masih menjadi pusat wabah terburuk. Selain itu, kemarin, negara bagian Victoria juga mencatat kenaikan kasus tertinggi dalam 13 bulan terakhir, bahkan mengambil ancang-ancang buat lockdown.

Mengutip Worldometers, secara total, sudah ada 73.610 warga dan penduduk Australia yang terinfeksi Covid-19 sejak 2020. Ada total 1.091 kematian tercatat.

Australia selama ini dikenal selalu memiliki angka infeksi yang kecil. Kenaikan ini dianggap cukup mengejutkan.

Beberapa pihak di negara itu menduga bahwa angka infeksi masih bisa memburuk. Apalagi dengan keberadaan varian Delta.

Singapura

Singapura merupakan salah satu negara yang mengalami gelombang pandemi. Dalam beberapa hari terakhir, Negeri Singa itu telah mencatatkan penambahan kasus yang sangat signifikan.

Jumat (10/9/2021) Siangpura rekor tertinggi kasus lokal yakni 573 pasien baru. Kemarin dan Sabtu angkanya turun sedikit meski masih dikisaran 500 kasus.

Secara detil, pemerintah Singapura menyatakan 16 klaster aktif yang pengawasan ketat. Kemarin muncul satu klaster baru yakni kantor supply DHL di negeri itudengan total 28 kasus Covid-19.

Selain DHL, klaster lain yang diawasi dan mencatat kasus terbanyak sejauh ini adalah situs konstruksi 30 Sunview Way. Lalu ada pula Chinatown Complex, China Bee Aveneu, 335 Serangoon Aveneu, Sembcor[ Marine Tuas Boulevard Yard, RS Umum Changi, BugiS Junction, Asrama 119 Neythal Road dan sejumlah klaster pergantian bus yakni Toah Payuh, Tampine, Boon Lay, Bishan, Jurong East, Clementi, dan Punggol.

Dari awal Covid-19 masuk ke Singapura hingga kini, negeri itu sudah mencatat 71.687 kasus. Saat ini tercatat ada total 58 kematian di negeri itu.

Sementara itu, secara terpisah, pekan lalu, pemerintah Singapura menyebut bahwa jumlah infeksi itu belum mencapai puncaknya. Saat ini negara itu sedang bersiap untuk menangani seribu infeksi setiap hari.

"Bagi kami, ini terjadi lebih cepat dari yang kami harapkan, dan ini juga pertama kalinya sejak (pembukaan kembali) kami menghadapi gelombang infeksi baru yang eksponensial di komunitas kami," kata Menteri Keuangan dan ketua bersama gugus tugas Lawrence Wong.

"Segera, kita akan mencapai 1.000 kasus baru sehari, dan dalam waktu beberapa minggu, kita mungkin akan mencapai 2.000 kasus baru sehari."

Malaysia

Malaysia juga merupakan negara yang masih dilanda gelombang pandemi yang cukup besar. Meski sebelumnya telah menerapkan penguncian ketat, beberapa hari terakhir negeri Jiran itu masih melaporkan jumlah kasus diatas 17 ribu perhari.

Puncaknya terjadi pada 26 Agustus lalu di mana jumlah kasus berada di angka 24.599 dalam satu hari. Mengutip data CovidNow in Malaysia, hari ini, keterisian ICU di negeri tersebut sudah 83,9%.

Secara rinci Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah, menyebut bahwa rumah sakit di tujuh dari 13 negara bagianMalaysiamelaporkan kapasitas ICU yang menembus 90%. Bahkan, di negara bagianKedah, kapasitas ICU menembus angka 122%.

Dalam menangani pandemi, Menteri Kesehatan Khairy Jamaluddin mengatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk melakukankebijakan pengujian nasional bila Covid-19 sudah menjadi endemik. Dalam kebijakan ini nantinya masyarakat dapat melaksanakan tes sendiri tanpa perlu pergi ke fasilitas kesehatan.

Mengutip Worldometers, total kasus Covid-19 di Malaysia dari awal hingga saat ini 1.979.698. Ada 20.711 kematian sejak pandemic masuk di 2020.

Halaman 2>>

Korsel hingga Amerika
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading