Kematian Akibat Covid-19 di RI Aslinya Bisa 1,1 Juta Orang?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
06 September 2021 09:40
Petugas pemakaman saat melakukan perawatan tanah makam yang ambles akibat hujan di Taman Pemakaman Umum Rorotan, Jakarta Utara, Rabu (1/9/2021). Kini, setelah kasus Covid-19 mulai menurun jenazah yang datang tidak banyak. Pantauan CNBC Indonesia hingga pukul sejak pukul 13.00 hingga 16.00 tidak ada prosesi pemakaman Covid-19. Salah satu petugas Kepala  Pelaksana Taman Pemakaman Umum (TPU)  mengatakan, dalam dua hari terakhir jenazah yang dimakamkan di TPU Rorotan kurang dari 10. Untuk hari ini hanya 4 jenazah yang dimakamkan di TPU Rorotan.  Selama tidak ada proses pemakaman, petugas pemakaman melalukan perawatan makam. Banyak tanah makan yang ambles akibat hujan dan jenis kayu peti yang mudah hancur. 
TPU Rorotan memiliki luas 3 hektar yang dapat menampung sekitar 7.200 petak makam baru khusus jenazah Covid-19.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Saki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Berapa jumlah orang yang meninggal akibat pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19)? Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlahnya 4.539.723 orang oer 3 September 2021 pukul 06:16 CEST (11:16 WIB). Namun bukan tidak mungkin jumlahya jauh lebih banyak dari itu.

The Economist mencoba menguak berapa sebenarnya jumlah angka kematian akibat Covid-19. Dalam riset terbarunya, The Economist menilai agak sulit untuk menentukan jumlah yang pasti.

"Berapa banyak orang yang meninggal dunia karena pandemi virus corona? Jawabannya tergantung data yang tersedia dan tergantung bagaimana Anda mendefinisikan penyebab kematian.


"Banyak orang yang meninggal karena terinfeksi virus SARS CoV-2 tidak menjalani tes sehingga tidak masuk ke penghitungan resmi. Kemudian, tidak sedikit pula yang dinyatakan meninggal karena Covid-19 sementara memiliki kondisi penyakit lain. Ada pula kondisi yang membuat semakin rumit yaitu bagaimana dengan orang yang meninggal karena terlambat mendapatkan penanganan di rumah sakit?," sebut tulisan berjudul The Pandemic's True Death Toll itu.

Di tengah berbagai kerumitan itu, The Economist berkesimpulan angka kematian akibat Covid-19 di seluruh negara bisa mencapai 15,2 juta. Ada 95% kemungkinan angka berkisar antara 9,4-18,2 juta.

coronaSumber: The Economist

The Economist mengakui bahwa ini adalah perhitungan kasar dari data di 156 negara. Dari 156 negara tersebut, hanya 84 negara dengan penduduk di atas 1 juta jiwa yang memiliki data lengkap.

Oleh karena itu, The Economist menggunakan permodelan untuk mengukur angka kematian sesungguhnya akibat Covid-19. Permodelan itu dibangun dari lebih dari 100 indikator.

Dari permodelan itu, didapati bahwa Asia adalah kawasan dengan perkiraan angka kematian tertinggi. Data resmi menunjukkan angka kematian akibat Covid-19 di Benua Kuning adalah 1.053.290 orang atau 22,5 orang per 100.000 penduduk. Namun menurut pengukuran The Economist, angkanya bisa mencapai 3,4-12 juta atau 73-250 orang per 100.000 penduduk. Selisih antara proyeksi dan data resmi mencapai 700%.

coronaSumber: The Economist

Halaman Selanjutnya --> Angka Kematian Bisa Ratusan Persen di Atas Data Resmi

Angka Kematian Bisa Ratusan Persen di Atas Data Resmi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading