Internasional

AS Pergi, Taliban 'Pepet' 4 Negara Ini Kerja Sama

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
01 September 2021 08:03
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. AP/

3. Turki

Taliban, dilaporkan meminta bantuan Turki untuk mengamankan kondisi di bandara di ibu kota Kabul. Permintaan ini sempat diutarakan di tengah rencana kepergian Amerika Serikat (AS) dan NATO dari negara itu, 31 Agustus nanti.

Hal ini diutarakan seorang pejabat senior Turki, sebagaimana dilaporkan Reuters. Turki adalah negara NATO tapi dianggap memiliki kedekatan karena mayoritas penduduknya beragama Islam.


"Taliban telah meminta dukungan teknis dalam menjalankan bandara Kabul," kata pejabat itu, 26 Agustus lalu.

"Memastikan keselamatan pekerja tanpa Angkatan Bersenjata Turki adalah pekerjaan yang berisiko."

Meski demikian, militer Turki sebenarnya sudah mulai dievakuasi dari Afghanistan. Namun beberapa 'ahli' memang tetap tinggal guna memberi dukungan teknis ke Taliban untuk mengoperasikan bandara Kabul.

"Setelah berbagai kontak dan evaluasi situasi dan kondisi saat ini, evakuasi (tentara Turki) telah dimulai," kata Kementerian Pertahanan.

Juru Bicara Kepresidenan Ibrahim Kalin mengatakan penarikan pasukan memakan waktu hingga 36 jam. Pesawat pertama sudah lepas landas.

Sebelumnya Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid menegaskan kelompoknya ingin membina hubungan baik dengan Ankata.

"Kami menginginkan hubungan baik dengan Turki, pemerintah Turki, dan orang-orang Muslim di negara Turki," katanya.

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengaku pihaknya sudah mengadakan pertemuan khusus dengan Taliban. Pembicaraan berlangsung 3,5 jam utuk menjaga bandara Kabul.

Kami telah mengadakan pembicaraan pertama kami dengan Taliban," tegasnya dikutip AFP.

"Jika perlu, kami akan memiliki kesempatan untuk mengadakan pembicaraan seperti itu lagi."

4. Qatar

Selama dekade terakhir, Qatar telah menjadi tuan rumah kepemimpinan politik Taliban serta negosiasi perdamaian antara AS, pemerintah Afghanistan dan Taliban. Qatar juga menjabat sebagai perantara antara AS dan Taliban tujuh tahun lalu selama negosiasi pembebasan lima tahanan Taliban dengan seorang sersan AS Bowe Bergdahl.

Segera setelah Taliban mengambil alih Kabul dua minggu lalu, pengaruh Qatar terlihat jelas. Mengutip Washingtop Post, peristiwa itu disiarkan langsung di saluran berita Al Jazeera milik Qatar, dan wartawan Al Jazeera diberi akses eksklusif ke pejabat Taliban dan ke adegan pejuang kelompok itu memasuki istana kepresidenan Kabul.

Hubungan Qatar dengan Taliban telah menjadikan Doha sebagai kontak utama bagi negara-negara yang mencari pengaruh di Afghanistan. Bahkan Taliban memiliki kantor perwakilan resmi sejak 2013 di Qatar.

Mengutip Al-Monitor, Taliban juga telah merapat ke Qatar untuk meminta bantuan mengoperasikan bandara Kabul pasca kepergian AS. Ini dikatakan dua sumber Taliban ke media tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
HALAMAN :
1 2 3
Artikel Selanjutnya

China 'Pepet' Taliban di Afghanistan, Ada Apa Mr Xi Jinping?

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading