Pak Jokowi, Begini Cara Pertahankan Ekonomi 7%!

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
05 August 2021 14:50
Pernyataan Presiden Joko Widodo terkait Perkembangan Terkini PPKM, Senin (2/8/2021). (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021 mencapai 7,07% Capaian ini mencatatkan rekor baru, karena merupakan pencapaian tertinggi sejak kuartal IV-2004.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara mempertahankan capaian tersebut? Apa yang perlu dilakukan pemerintah?

Ekonom Senior Chatib Basri menjelaskan capaian pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua memang tak lepas dari pengaruh dibukanya kembali kegiatan masyarakat pasca pembatasan mobilitas masyarakat.


"Terlihat, ketika mobilitas dibuka April sampai Juni, ekonomi bergerak," kata Chatib Basri dalam sebuah diskusi, Kamis (5/8/2021).

Roda perekonomian memang berjalan dengan efektif pada kuartal kedua lalu. Namun, pemerintah kembali memperketat mobilitas masyarakat seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 pasca munculnya varian delta.

Situasi ini bukan tidak mungkin akan kembali membuat perekonomian nasional terpukul. Pemerintah tidak bisa begitu saja membuka aktivitas demi memacu mesin pertumbuhan ekonomi, karena ini berkaitan dengan masalah kesehatan.

"Kalau kita mau jaga pertumbuhan ke depan, yang harus kita fokuskan bagaimana mobilitas berjalan tapi tetap aman. Itu kuncinya," katanya.

Chatib mengatakan vaksinasi dan protokol kesehatan menjadi kunci agar pergerakan masyarakat bisa terjaga. Dengan begitu, mobilitas masyarakat bisa kembali terpacu, roda ekonomi pun bisa berjalan sebagaimana mestinya.

"Saya mesti terus terang dalam disiplin kita tidak sebaik Singapura atau Vietnam. Tapi kalau disiplin berkurang, opsi kedua adalah vaksin yang dipercepat," katanya.

Chatib menyarankan agar pemerintah memberikan syarat vaksin bagi setiap penerima bantuan langsung tunai (BLT) dalam rangka percepatan vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunal.

Usulan ini sama seperti langkah pemerintah AS yang berencana memberikan bantuan sebesar US$ 100 bagi setiap warganya yang dengan sukarela menerima dosis vaksin Covid-19.

"Sebagian BLT bisa dibuat atau disebut cash for vaccine. Kalau mau dapat cash, dia harus vaksin. Dengan begitu prosesnya cepat," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading