Internasional

Kim Jong Un Ternyata Takut sama Gelombang K-Pop, Ini Buktinya

News - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
25 July 2021 09:44
In this photo provided by the North Korean government, North Korean leader Kim Jong Un, center, and his wife Ri Sol Ju watch a performance marking the birth anniversary of former leader Kim Jong Il, in Pyongyang, North Korea, Tuesday, Feb. 16, 2021. Ri has reappeared in North Korea's state media for the first time in just over year. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided and cannot be independently verified. Korean language watermark on image as provided by source reads:

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat ini budaya K-Pop alias biasa disebut The Korean Wave (gelombang Korea) terkenal di banyak negara di luar Korea Selatan. Sayangnya, negara tetangganya, serumpun, Korea Utara ternyata takut dengan keberadaan K-Pop.

Negeri yang dipimpin Kim Jong Un ini diketahui memperingatkan warganya untuk menjauh dari semua hal mengenai Korea Selatan, termasuk mode, musik, gaya rambut dan bahasa gaulnya.

Selama beberapa dekade terakhir, Korea Utara diketahui mencoba menghentikan pengaruh Korea Selatan untuk menembus perbatasan negara.


Korea Utara (Korut) diketahui tertutup dari seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir, termasuk kontrol ketat pada informasi yang masuk atau keluar.

Materi dari asing termasuk film dan buku dilarang, walaupun ada beberapa pengecualian yang disetujui pemerintah setempat. Namun bagi mereka yang tertangkap menyeludupkan barang asing, siap-siap dihukum berat.

Situasi ini pernah melunak di perbatasan beberapa waktu terakhir. Termasuk Korut mulai membuka diri dengan sejumlah elemen dari Korea Selatan termasuk budaya popnya.

Sayangnya, situasi di Korut saat ini memburuk dan aturan ketat kembali diberlakukan.

Dilansir CNN International, anggota parlemen Korea Selatan Ha Tae Kung menyebutkan bahwa menghadiri pengarahan oleh agen mata-mata dan terungkap rezim Korut menerapkan aturan ketat soal anak muda berpakaian berpakaian dan berbicara.

Salah satu contohnya, istilah 'oppa' dilarang di Korut. Istilah itu sering digunakan wanita Korea Selatan memanggil pasangan mereka.

Sementara Ha Tae Kung mengatakan wanita Korut diharuskan memanggil kekasihnya dengan 'teman laki-laki'.

Mengutip Badan Intelijen Nasional Korea Selatan, dia juga mengatakan terdapat video propaganda yang mencela perilaku pengaruh asing, seperti menunjukkan kasih sayang di depan umum.

Selain itu, surat kabar milik pemerintah Rodong Sinmun mendorong anak muda setia pada panggilan negara. Di dalam artikel itu menyebutkan perjuangan di bidang ideologi dan budaya merupakan perang tanpa tembakan, mengutip pernyataan Pemimpin Korut Kim Jong Un.

Kim Jong Un juga menambahkan, kalah pada perang budaya 'akan membawa konsekuensi lebih serius daripada di medan perang'.

Selain itu menurutnya gaya rambut dan bahasa adalah cerminan dari keadaan pikiran dan semangat.

"Bahkan jika orang muda bernyanyi dan menari, harus bernyanyi dan menari dengan melodi dan ritme sesuai dengan kebutuhan zaman dan sentimen nasional rakyat kita, dan mengembangkan gaya budaya kita," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading