Internasional

'Tangkal' Topan In-Fa, China Tutup Bandara-Pelabuhan-Kereta

News - tahir saleh, CNBC Indonesia
25 July 2021 06:21
Heavy downpour in Zhengzhou city, central China's Henan province on Tuesday, July 20, 2021. Heavy flooding has hit central China following unusually heavy rains, with the subway system in the city of Zhengzhou inundated with rushing water. (Chinatopix Via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China menutup jalur kereta api, pelabuhan (dengan meminta kapal kargo menjauh dari laut) dan membatalkan penerbangan sebagai antisipasi sebelum badai Topan In-Fa yang diperkirakan segera mendekat ke sejumlah wilayah di Tiongkok itu.

Badai itu diperkirakan akan menghantam provinsi pesisir timur Zhejiang dekat Shanghai pada Minggu malam (25/7), sama seperti bagian lain negara itu yang berjuang untuk pulih dari banjir yang menghancurkan daerah tersebut di awal pekan ini.

Badai Topan In-Fa akan mendekat dengan kecepatan angin 155 km per jam (95 mil per jam), dengan hembusan hingga 191 kmph (120mph) saat bergerak ke barat laut dari Taiwan, di mana badai itu menyebabkan gelombang tinggi dan hujan lebat, tetapi tidak ada laporan kematian atau cedera.


Kantor berita resmi Xinhua, dilansir Aljazeera, menyatakan sekolah, pasar, dan aktivitas bisnis di Zhejiang diperintahkan untuk ditutup. Jika perlu, lalu lintas jalan raya juga akan dihentikan.

Pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan tingkat III - tertinggi ketiga - untuk badai Topan In-Fa ini. 

Menurut China Railway, lebih dari 100 kereta api yang melintasi wilayah tersebut telah dibatalkan.

Pihak berwenang Shanghai juga menutup beberapa taman umum dan museum dan memperingatkan penduduk pada Sabtu (24/7) kemarin agar segera menghentikan pertemuan luar ruangan berskala besar dan tetap tinggal di dalam rumah.

Surat kabar Zhejiang Daily melaporkan di situsnya, bahwa bandara di ibu kota provinsi Hangzhou, barat daya Shanghai, membatalkan 90% penerbangan pada Minggu dan diperkirakan akan membatalkan lebih banyak lagi pada Senin 26 Juli.

Sementara itu, semua dermaga kapal kontainer ditutup dari Pelabuhan Yangshan di selatan Shanghai dan 150 kapal termasuk kapal penumpang dan kapal kargo dievakuasi dari daerah tersebut.

Di Provinsi Henan, China tengah, di mana banjir bersejarah pada pekan ini telah menewaskan sedikitnya 58 orang, pihak berwenang secara bertahap membersihkan dan membuka kembali jalan yang diblokir dengan kendaraan dan puing-puing.

Jutaan orang telah terkena dampak banjir, dengan beberapa terperangkap tanpa makanan atau air segar selama berhari-hari dan yang lainnya diangkat ke tempat yang aman dengan memakai ekskavator.

Menurut pemerintah Henan, lebih dari 495.000 orang telah dievakuasi, dan banjir itu menyebabkan kerugian miliaran dolar AS.

Pejabat tanggap darurat Henan Li Changxun memperingatkan pada Sabtu kemarin bahwa provinsi tersebut perlu melakukan pembersihan dan disinfektan skala besar untuk "memastikan bencana tidak diikuti oleh epidemi".

Vehicles are stranded after a heavy downpour in Zhengzhou city, central China's Henan province on Tuesday, July 20, 2021. Heavy flooding has hit central China following unusually heavy rains, with the subway system in the city of Zhengzhou inundated with rushing water. (Chinatopix Via AP)Foto: Banjir setelah hujan deras di kota Zhengzhou, provinsi Henan, China tengah pada Selasa, 20 Juli 2021. (Chinatopix Via AP)
Vehicles are stranded after a heavy downpour in Zhengzhou city, central China's Henan province on Tuesday, July 20, 2021. Heavy flooding has hit central China following unusually heavy rains, with the subway system in the city of Zhengzhou inundated with rushing water. (Chinatopix Via AP)

Pada Sabtu, Foto-foto yang diterbitkan oleh media pemerintah dan akun media sosial pemerintah menunjukkan petugas penyelamat terus menyekop lumpur dan menyingkirkan pohon-pohon yang tumbang di seluruh provinsi.

Hujan deras mengguyur dalam 3 hari pekan ini di kota Zhengzhou (yang paling parah), di mana setidaknya selusin orang tewas di dalam kereta bawah tanah selama jam sibuk pada Selasa setelah banjir menjebak penumpang di gerbong mereka.

Media pemerintah memperingatkan bahwa Topan In-Fa dapat membawa lebih banyak hujan lebat ke beberapa bagian provinsi dalam beberapa hari mendatang.

China telah mengalami musim banjir tahunan selama ribuan tahun, tetapi rekor curah hujan di Henan telah menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kota-kota China dapat lebih siap menghadapi peristiwa cuaca aneh, yang menurut para ahli terjadi dengan frekuensi dan intensitas yang meningkat karena perubahan iklim.

Menurut media pemerintah, Provinsi Henan memang banyak memiliki sungai, bendungan, dan waduk. Infrastruktur tersebut banyak yang dibangun beberapa dekade lalu untuk mengelola aliran air banjir dan mengairi wilayah pertanian, tetapi perluasan kota yang cepat telah membebani sistem drainase yang ada.

Adapun di Korea Selatan, topan itu ini juga mengakibatkan banyak uap panas ke Semenanjung Korea ketika menuju ke China. Bahkan menyebabkan suhu udara di wilayah bagian barat Korea Selatan pada siang hari bisa mencapai 38 derajat Celsius.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Lockdown Ganggu Kegiatan Bisnis Shanghai


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading