Sederet Keluhan Pengusaha Kalau PPKM Darurat Diperpanjang!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
19 July 2021 08:11
Pekerja menyelesaikan pembuatan sepatu gunung di workshop sepatu gunung mokzhaware di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin (7/6/2021). Bahan yang digunakan terbuat dari bahan baku kulit Nubuck. Dalam sehari pabrik ini bisa memproduksi 50 pasang sepatu. Usmar Ismail (42) mendirikan sebuah brand lokal di bidang fashion sepatu sekitar tahun 2016 lalu. Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan para pengusaha untuk bisa bertahan di tengah pandemi covid-19, yang pertama adalah terus melakukan inovasi dan tanggap terhadap kebutuhan market online,

Jakarta, CNBC Indonesia - Wacana perpanjangan PPKM Darurat membuat kalangan pengusaha ketar-ketir dan penuh ketidakpastian. Pasalnya akan menambah beban arus kas pengusaha yang harus mengeluarkan biaya operasional sedangkan pemasukan tidak ada, terutama di sektor non esensial dan kritikal.

"Bagi pengusaha ini sudah masuk kategori darurat juga, karena cash flow-nya semakin sekarat sedangkan peluang mendapatkan omzet dan profit tidak pasti. Psikologi pengusaha pasti sangat resah, gelisah memikirkan bagaimana nasib usahanya ke depan jika Covid ini semakin berkepanjangan," kata Ketua Umum DPD HIPPI Prov. DKI Jakarta Sarman Simanjorang dalam keterangan resmi, dikutip Senin (19/7/2021).


Jika PPKM Darurat ini benar benar diperpanjang, akan menjadi dilematis bagi pengusaha khsususnya UMKM. Ada yang mampu bertahan dengan cash flow yang sudah sangat menipis, ada kemungkinan melakukan rasionalisasi dengan PHK dan merumahkan karyawan bahkan paling ekstrim menutup usahanya.

"Jika Covid ini masih berkepanjangan dan tidak ada kepastian tentu pelan pelan dan pasti tinggal menunggu waktu akan lebih banyakpengusahayang akan tumbang khususnya pelaku UMKM yang sangat rentan dengan kondisi ini," kata Sarman.

Perpanjangan PPKM darurat ini juga akan sangat berdampak terhadap perlambatan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi.Target pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021 yang ditargetkan 7% dipastikan tidak akan tercapai, melainkan hanya di kisaran 3-4%

Kondisi itu akan berpengaruh terhadap target pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2021 yang ditargetkan 4% dan di kuartal IV-2021 sebesar 4,6%. Sehingga proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 dikisaran 3,7% di bawah target awal dikisaran 4,5-5%.

Itu pun dengan catatan pada bulan September kasus Covid-19 sudah melandai. Sehingga berbagai aktivitas usaha sudah mulai beroperasi dan bergairah.

Di sektor riil yang terjadi di lapangan, saat ini pun tidak sedikit aktivitas ekonomi yang terhenti. Penurunan omset sudah terasa di banyak sektor.

"Penurunan Drastis bisa mencapai 35%. Dan akan lebih besar lagi apabila PPKM Darurat berkepajangan," kata kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayuran Indonesia (Aseibsindo) Hendra Juwono kepada CNBC Indonesia.

Namun, ia memahami dan aspirasi usaha yang dilakukan pemerintah dengan PPKM Darurat ini untuk menurunkan transmisi infeksi. Di sisi lain, perpanjangan PPKM darurat berpotensi membuat orang yang dirumahkan semakin besar.

"Giliran aja dirumahkan, ada yang hanya dibayar 25%," kata pengusaha di bidang pertekstilan Benny Soetrisno

Kondisi serupa terjadi di sektor hilir. Pusat perbelanjaan juga menghadapi cobaan berat dalam kondisi ini. Pengusaha tetap diminta untuk membayar berbagai pungutan dan pajak atau retribusi. Namun pendapatan sekarat akibat banyak aturan yang menghambat.

"PHK jika penutupan operasional terus berkepanjangan maka akan banyak pekerja yang dirumahkan dan jika keadaan semakin berlarut maka akan banyak terjadi lagi PHK," jelas Ketua Umum Asosiasi Pusat Perbelanjaan Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading