Sah! PLN Resmi Akuisisi Pembangkit Listrik Blok Rokan

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
06 July 2021 09:28
Pertamina Hulu Rokan manfaatkan suplai listrik dari PLN untuk Blok Rokan. Doc Pertamina Foto: Pertamina Hulu Rokan manfaatkan suplai listrik dari PLN untuk Blok Rokan. Doc Pertamina

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) resmi mengakuisisi pembangkit listrik Blok Rokan berkapasitas 300 Mega Watt (MW) yang dikelola PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN).

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Share Sale & Purchase Agreement (SPA) atau Perjanjian Jual Beli Saham antara PT PLN (Persero) dengan pemegang saham MCTN, salah satunya Chevron Standard Limited (CSL), unit usaha Chevron, pemilik saham mayoritas MCTN, hari ini, Selasa (06/07/2021).

Dengan penandatanganan SPA ini, maka PLN memastikan pasokan listrik ke Blok Rokan saat PT Pertamina (Persero) melalui unit usaha PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengambil alih pengelolaan blok ini dari Chevron Pacific Indonesia pada bulan depan, tepatnya 9 Agustus 2021 akan berjalan lancar.

Chevron Standard Limited (CSL), afiliasi Chevron, sebelumnya memiliki mayoritas saham MCTN ini, yakni 95%.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, dengan penandatanganan SPA ini, maka PLN resmi mengakuisisi 100% PT MCTN.

"PLN berkomitmen memasok listrik Blok Rokan sejak penandatanganan SPA ini," ungkapnya saat penandatanganan CSPA dengan MCTN, Selasa (06/07/2021).

Seperti diketahui, PLN juga sudah menandatangani perjanjian jual beli listrik dan uap dengan PHR pada 1 Februari 2021. Perjanjian ini dibagi menjadi dua yakni jangka pendek dan jangka panjang.

Untuk jangka pendek, PLN harus menggunakan aset yang sudah ada saat ini karena produksi tidak bisa berhenti. Dengan akuisisi pembangkit listrik MCTN ini, artinya perseroan bisa memastikan aliran listrik ke Blok Rokan akan tetap berjalan lancar saat Pertamina ambil alih Blok Rokan pada bulan depan.

Pasokan listrik dari pembangkit listrik PLTG Cogen NDC MCTN ini setidaknya bisa berlangsung hingga sekitar tiga tahun ke depan.

Sementara untuk memasok listrik jangka panjang, PLN membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk membangun interkoneksi listrik sistem Sumatera ke Blok Rokan.

"Kami harapkan adanya kemitraan dan kerja sama yang baik dan ada peluang kerja sama lainnya di masa mendatang. Semoga ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujarnya.

Pembangkit listrik MCTN berkapasitas 300 Mega Watt (MW) ini telah dibangun sejak 20 tahun lalu dengan nilai investasi sekitar US$ 190 juta atau sekitar Rp 2,7 triliun (asumsi kurs Rp 14.500 per US$).

PLN dan CSL disebutkan telah melakukan komunikasi untuk mengakuisisi saham CSL di MCTN ini sejak November 2020.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gak Wajar, Chevron Lelang Proyek Listrik Blok Rokan Rp 4,2 T


(wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading