Internasional

Waduh, Bisnis Donald Trump Terjerat Skandal Pajak

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
01 July 2021 14:57
Former President Donald Trump throws 'Save America

Jakarta, CNBC Indonesia - Kantor Kejaksaan Distrik Manhattan dan Jaksa Agung New York, Amerika Serikat (AS), dikabarkan akan menjatuhkan dakwaan terhadap organisasi bisnis milik mantan Presiden AS Donald Trump dan kepala keuangan lamanya Allen Weisselberg. Ini terkait dugaan pengemplangan pajak.

Mengutip CNBC International, laporan menyebut bahwa Weisselberg dan perusahaan properti Trump Organisation akan mulai didakwa pada Kamis (1/7/2021) pagi waktu setempat. Dalam dakwaan itu, Trump secara pribadi tidak akan didakwa.


Meski begitu, dakwaan tersebut dapat membawa kemungkinan denda dan masalah hukum ke perusahaannya yang lain. Selain itu, Weisselberg juga diharapkan nantinya akan bersaksi melawan Trump Organization.

Investigasi yang menargetkan Trump Organization awalnya difokuskan pada bagaimana perusahaan yang berpusat di New York itu, memperhitungkan pembayaran uang tutup mulut mantan pengacara pribadi Trump, Michael Cohen kepada bintang porno Stormy Daniels. Isu perselingkuhan menyeruak sesaat sebelum pemilihan presiden AS, 2016.

Namun penyelidikan berkembang. Ini setelah Cohen mengklaim Trump Organization melakukan kekeliruan dalam menyatakan nilai berbagai aset properti milikinya untuk mendapatkan keuntungan dari kewajiban pajak yang lebih rendah.

Sementara itu, dugaan skandal pajak Trump lainnya juga sempat berhembus kencang. Salah satu lembaga yang bernama Citizens for Responsibility and Ethics Washington (CREW) merilis sebuah penelitian mengejutkan mengenai pendapatan Trump yang tidak dibayarkan pajaknya saat ia menjadi presiden.

Dalam penyelidikan itu Trump disebutkan menghasilkan sebanyak US$ 1,6 miliar (Rp 22 triliun) dari bisnisnya selama empat tahun menjadi presiden. Pendapatan usaha ini tidak dilaporkannya sehingga ia tidak pernah membayar pajak pendapatan dari bisnisnya.

Trump, yang kini menetap di Florida, diketahui tidak begitu sering muncul ke publik pasca dirinya digantikan oleh penerus sekaligus rivalnya Joe Biden. Namun dalam setiap penampilannya calon presiden dari Partai Republik itu selalu memanas-manasi pendukungnya bahwa ia akan kembali bertarung di pilpres AS ke depan.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading