Internasional

Bukan Minyak Arab, Ini Sumber Kekayaan Baru Raja Salman

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
01 July 2021 10:30
The Saudi Arabia flag flies outside the country's consul general's official residence in Istanbul, Wednesday, Oct. 24, 2018. Turkey's state-run news agency says Saudi officials did not allow Turkish investigators, probing the killing of Saudi journalist Jamal Khashoggi, to search a well in the garden of the Saudi Consulate. Turkish forensic teams have searched the Consulate, the consul general's official residence as well as vehicles belonging to the consulate as part of their probe into Khashoggi's disappearance and death. (AP Photo/Lefteris Pitarakis)

Jakarta, CNBC Indonesia - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) mengumumkan rencana peluncuran maskapai penerbangan nasional kedua pada Selasa (29/6/2021).

Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi untuk mengubah kerajaan menjadi pusat logistik global, dan sebagai upaya dalam melakukan diversifikasi bisnis dari minyak.


"Strategi komprehensif bertujuan untuk memposisikan Arab Saudi sebagai pusat logistik global yang menghubungkan tiga benua," kata Pangeran MBS seperti dikutip oleh Reuters.

"Ini akan membantu sektor lain seperti pariwisata, haji dan umrah untuk mencapai target nasional mereka."

Putra Raja Salman itu sejauh ini telah mempelopori Arab Saudi untuk meningkatkan pendapatan non-minyak menjadi sekitar 45 miliar riyal atau setara dengan Rp 174,5 triliun (asumsi Rp 3.800/riyal) pada tahun 2030 mendatang.

Laporan kantor berita negara SPA mengatakan penciptaan maskapai berbendera lain akan melambungkan Arab Saudi ke peringkat ke-5 secara global dalam hal lalu lintas angkutan udara.

Selain itu, menjadikan kerajaan sebagai pusat logistik global, yang mencakup pengembangan pelabuhan, jaringan kereta api dan jalan raya, akan meningkatkan kontribusi sektor transportasi dan logistik terhadap produk domestik bruto menjadi 10% dari 6%.

Penambahan maskapai lain akan meningkatkan jumlah tujuan internasional dari Arab Saudi menjadi lebih dari 250 dan melipatgandakan kapasitas kargo udara menjadi lebih dari 4,5 juta ton.

Dengan pembawa bendera saat ini Saudi Arabian Airlines (Saudia), kerajaan memiliki salah satu jaringan maskapai penerbangan terkecil di wilayah tersebut dibandingkan dengan ukurannya. Saudia telah berjuang dengan kerugian selama bertahun-tahun dan terpukul keras oleh pandemi virus corona.

Media lokal melaporkan awal tahun ini bahwa dana kekayaan kedaulatan kerajaan, Dana Investasi Publik (PIF) berencana untuk membangun bandara baru di Riyadh sebagai bagian dari peluncuran maskapai baru, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Dana tersebut adalah kendaraan utama untuk meningkatkan investasi Arab Saudi di dalam dan luar negeri ketika Pangeran MBS berusaha untuk mendiversifikasi ekonomi kerajaan kaya minyak melalui strategi Visi 2030 miliknya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Raja Salman Luar Biasa, Anggaran Pemulihan Arab Rp 466 Ribu T


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading