Kasus RI Terus Cetak Rekor Covid-19, Apakah Sudah Puncak?

News - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
24 June 2021 09:59
Warga menjalani test antigen untuk mendeteksi Covid-19 di Kelurahan Kayu Putih, Jakarta, Selasa (8/6). Satu RT di Kelurahan Kayu Putih, Jakarta Timur, yakni RT 11, menerapkan lockdown atau penguncian wilayah sementara usai 22 warga dinyatakan positif covid-19.kasus aktif Covid-19 di wilayah RT 11/09 tersebut berasal dari klaster keluarga, namun ada kemungkinan besar juga berasal dari klaster kerumunan mengingat di wilayah tersebut terdapat taman yang digunakan oleh para warga secara bebas dalam beraktivitas. Dalam menangani kasus aktif Covid-19 di wilayah tersebut, pihaknya tak hanya menerapkan mikro-lockdown. Namun juga turut mendistribusikan bantuan-bantuan terhadap warga yang terdampak agar dapat melewati masa pandemi Covid-19. Puluhan warga yang positif itu kini menjalani isolasi di berbagai tempat. Bagi yang bergejala, dibawa ke rumah sakit, sisanya menjalani isolasi di Wisma Atlet dan rumah masing-masing.a (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Penerapan lockdown atau penguncian wilayah di Kelurahan Kayu Putih, Jakarta, Selasa (8/6/2021). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Usai libur lebaran kasus Covid-19 di Indonesia terus menanjak dan bertambah belasan ribu setiap harinya. Bahkan, penambahan kasus baru telah menembus rekor terbaru sepanjang kasus Covid-19 masuk Indonesia.

Pada Rabu (24/06/2021), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kasus baru virus corona (Covid-19) di Indonesia kembali bertambah 15.308 orang. Ini merupakan rekor tertinggi dalam penambahan kasus baru dalam satu hari sejak pandemi melanda Indonesia.

Sebelumnya, pada Senin (21/6/2021) penambahan kasus baru juga memecahkan rekor dengan penambahan 14.536 kasus, lebih tinggi dibandingkan puncaknya pada awal tahun. Dalam 11 hari terakhir sejak 13-23 Juni 2021, kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 131.931 orang. Artinya setiap harinya ada hampir 12 ribu kasus baru per harinya.

Meski demikian, belum bisa dipastikan apakah penambahan kasus di RI telah mencapai puncaknya. Kondisi ini pun menciptakan kekhawatiran di tengah rumah sakit yang semakin penuh. Untuk mencegah penambahan kasus yang lebih masif pemerintah pun melakukan intervensi melalui pengetatan PPKM Mikro. Namun dibutuhkan waktu Satgas Penangangan Covid-19 mengungkapkan dibutuhkan waktu 2-3 minggu hingga hasil dari intervensi tersebut terlihat.

Dengan penambahan kasus baru pada kemarin, jumlah kasus baru tersebut membuat akumulasi kasus positif menjadi 2,033 juta orang. Hasil positif tersebut ditemukan dari 74.391 orang yang selesai diperiksa pada hari ini dan kemarin.

Kabar baiknya, pada hari ini kasus kesembuhan kembali bertambah 7.167 orang sehingga totalnya menjadi 1,817 juta orang. Sementara itu, kasus kematian bertambah 303 orang sehingga totalnya menjadi 55.594 orang.

Dengan pertambahan yang terjadi pada hari ini maka kasus aktif Covid-19 di Indonesia menembus 160.524 kasus, bertambah 7.838 kasus dibandingkan kemarin. Jumlah ini semakin mendekati rekor kasus aktif 176.672 orang.

Hingga saat ini ada 3 provinsi yang menjadi kontributor penambahan kasus di RI, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa tengah. Dalam periode 11 hari kasus di DKI Jakarta bertambah 41.655 orang, Jawa Barat bertambah 25.931, dan Jawa Tengah 22.329 kasus.

Sebelumnya, Epidemiolog dari Universitas Griffith Dicky Budiman angka kasus sebenarnya bisa lebih tinggi dibandingkan angka resmi yang dikeluarkan pemerintah, karena angka testing yang tidak terlalu tinggi. Bahkan dia mengatakan angka kasus sebenarnya bisa 8 kali dari data yang dikeluarkan pemerintah.

Dicky menambahkan Indonesia sudah dalam kategori community transmission, sehingga sudah tidak bisa diidentifikasi asal kasus dan klaster yang muncul. Hal ini pun menyebabkan kasus Covid-19 tidak kunjung reda.

"Sekarang puncaknya Juni ini, langkah efektif yang bisa dilakukan sebetulnya kalau untuk mencegah faskes khususnya Jawa harusnya ada pembatasan ketat seperti PSBB," katanya.

Pasalnya, menambah jumlah kapasitas faskes namun SDM tumbang pun menurutnya tidak akan menyelesaikan masalah. Yang masih menjadi pekerjaan rumah dalam penanganan pandemi ini adalah 3T, karena kasusnya makin lama makin berat.

"Makin kesini makin berat karena makin banyak kasusnya ya makin besar lagi uang yang dibutuhkan semakin menunda penyelesaian masalah kesehatan yang lainnya juga masalahnya makin besar. Saran saya tidak ada yang berbeda, kecuali saat ini harusnya ada pembatasan ketat dulu untuk meredam beban ke faskes, lainnya 3T, 5M, dan vaksinasi. Tingkatkan penelusuran di rumah-rumah dan itu harus ditemukan, yang g penting karantina dan isolasi terpusat atau mandiri, selain itu harus ada dukungan untuk masyarakat kurang mampu," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Satgas Covid: Ada 7 Provinsi Masuk Zona Merah Jelang Lebaran


(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading