Internasional

Waspada! WHO hingga Fauci Sebut Varian Delta Ancaman Besar

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
23 June 2021 09:30
Anthony Fauci. (AP/Kevin Dietsch)

Jakarta, CNBC Indonesia - Varian delta, yang pertama kali ditemukan di India, disebut sebagai ancaman terbesar. Pakar penyakit menular top Amerika Serikat (AS) yang juga penasihat Gedung Putih, Anthony Fauci, menegaskan ini dalam konferensi pers-nya Selasa (22/6/2021).

"Penularan tidak diragukan lagi (akan) lebih besar daripada varian asli," katanya dikutip Reuters. "Ini terkait dengan peningkatan keparahan penyakit."


Varian Delta berkontribusi pada tsunami Covid-19 India. Saat ini, varian tersebut sudah ditemukan di 92 negara di dunia.

Pernyataan Fauci seakan memperkuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) awal pekan. WHO memperingatkan varian Delta sangat menular dan merupakan jenis tercepat dan terkuat dalam penularan.

"(Varian delta) menjadi lebih mematikan karena lebih efisien dalam cara penularan antar manusia. Dan, pada akhirnya akan menemukan individu-individu yang rentan yang akan menjadi sakit parah, harus dirawat di rumah sakit dan berpotensi meninggal," kata Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Dr. Mike Ryan, dalam konferensi pers Senin (21/6/2021).

Karenanya ia meminta pemimpin dunia dan pejabat kesehatan masyarakat untuk segera melakukan donasi dan pendistribusian vaksin. Jangan sampai, katanya mengutip pernyataan Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, terjadi bencana kegagalan moral di tingkat global.

"Varian delta khusus ini lebih cepat, lebih 'bugar', akan memilih yang lebih rentan lebih efisien daripada varian sebelumnya. Dan, oleh karena itu jika ada orang yang dibiarkan tanpa vaksinasi, mereka tetap berada pada risiko lebih lanjut," kata Ryan.

Sejak Mei, varian delta memang sudah diklasifikasikan WHO sebagai "variant of interest". Label ini diberikan jika varian terbuktir lebih menular, mematikan atau lebih resisten terhadap vaksin dan perawatan saat ini.

Varian delta bahkan sudah menggantikan varian alfa, varian yang sebelumnya mewabah di Inggris dan merambat ke Eropa serta AS, awal tahun 2020. Studi menunjukkan varian delta 60% lebih menular daripada alfa, yang juga lebih menular daripada jenis asli corona yang ditemukan di Wuhan, China, akhir 2019.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading