Internasional

Biden Cs Beraksi 'Hajar' Dominasi China, Apa Kata Xi Jinping?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
14 June 2021 11:10
Chinese President Xi Jinping speaks at an event marking the 40th anniversary of China's reform and opening up at the Great Hall of the People in Beijing, China December 18, 2018. REUTERS/Jason Lee

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertemuan organisasi ekonomi antar pemerintah internasional Kelompok Tujuh (G7) pekan lalu rupanya membuat China geram. Pemerintah Negeri Tirai Bambu menegaskan bahwa sekarang bukan era di mana sekelompok negara menentukan nasib seluruh dunia.

Jawaban China memang bukan langsung dari Xi Jinping. Namun seorang juru bicara kedutaan menyayangkan langkah negara maju tersebut.


"Hari-hari di mana keputusan global dilakukan oleh sekelompok kecil negara sudah tiada lagi," kata seorang juru bicara kedutaan besar China di London dikutip dari Reuters, Minggu (13/6).

"Kita selalu percaya bahwa seluruh negara, baik besar maupun kecil, kuat maupun lemah, miskin maupun kaya, sama-sama setara, dan urusan dunia seharusnya dilakukan setelah berkonsultasi dengan semuanya," tegas pihak China.

Pernyataan ini muncul setelah pertemuan G7 pekan lalu, yang rupanya sempat membicarakan topik mengenai China.

G7 merupakan kelompok yang terdiri dari negara-negara dengan ekonomi maju, yakni Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, Inggris, dan Amerika Serikat (AS). Sejak Jumat (11/6/2021) hingga Minggu (13/6/2021), Biden cs melakukan pertemuan tatap muka untuk pertama kali sejak dua tahun di Inggris.

Presiden AS Joe Biden membujuk para negara anggota untuk lebih bersatu, guna bersaing secara ekonomi dengan China. Ia mengungkit rencana pendanaan baru "Build Back Better World (B3W)".

Ini adalah program kemitraan infrastruktur dengan meminjamkan US$ 40 triliun ke negara-negara berkembang pada 2035. G7 akan memobilisasi modal sektor swasta di berbagai bidang seperti iklim, kesehatan dan keamanan kesehatan, teknologi digital, serta kesetaraan gender dalam inisiatif B3W.

Program ini diyakini jadi lawan pembiayaan yang tengah dilakukan China "Belt and Road" yang diluncurkan China sejak 2013. Lebih dari 100 negara telah menandatangani perjanjian dengan China untuk bekerja sama dalam proyek-proyek BRI seperti kereta api, pelabuhan, jalan raya, dan infrastruktur lainnya.

Para pemimpin negara kaya itu juga mengatakan akan mempromosikan nilai-nilai mereka dengan meminta China untuk menghormati HAM dan kebebasan mendasar. Ini terkait Xinjiang, di mana Beijing dituduh melakukan pelanggaran terhadap minoritas Uighur, dan Hong Kong.

Meski demikian, tidak semua anggota G7 memandang China sekeras Biden. Hal ini setidaknya terlihat dari komentar presiden Prancis Emmanuel Macron.

"G7 bukanlah klub yang memusuhi China," katanya. "Ini adalah ansambel demokrasi yang (akan) bekerja dengan China dalam semua topik dunia yang siap dikerjakan China bersama kami."

Selain membicarakan China, para anggota G7 juga berjanji untuk membantu negara-negara berkembang tumbuh sambil memerangi perubahan iklim dan mendukung minimal pajak pada perusahaan multinasional. Mereka berjanji mendukung kesehatan global, energi hijau, infrastruktur dan pendidikan.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading