Sekolah Tatap Muka, Butuh Kesiapan Sekolah & Orang Tua

News - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
10 June 2021 21:10
Sejumlah murid mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka di SDN Kebayoran Lama Selatan 17 Pagi, Jakarta, Rabu (9/6/2021). Menurut Dinas Pendidikan DKI Jakarta uji coba sekolah tatap muka dilakukan sebanyak 226 sekolah di Jakarta.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas akan segera dimulai di tahun ajaran 2021-2022. Sekolah tatap muka secara terbatas merupakan opsi tambahan dari opsi sebelumnya yang ditawarkan sekolah kepada orang tua murid, yakni pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Prinsip PTM terbatas tetap mengacu pada keselamatan dan kesehatan peserta didik dan tenaga kependidikan. Pada masa PTM terbatas yang akan dimulai di tahun ajaran 2021-2022, sekolah harus memberikan dua opsi yakni PTM terbatas dan opsi PJJ," kata Koordinator PMP dan Kerja Sama Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek Katman, dalam siaran resmi Kamis (10/06/2021).

Kemendikbudristek berharap orang tua murid menghimpun informasi tentang kesiapan sekolah dan memperhatikan sarana lain yang menunjang keselamatan dan keamanan siswa di sekolah. Selain itu, orang tua dan masyarakat diharapkan meningkatkan fungsi tim yang terlibat dalam Satgas Covid-19 di sekolah.


Hal lain yang perlu dipastikan adalah guru dan tenaga pendidik pun harus selesai divaksinasi 100% di sekolah tersebut sebelum sekolah tatap muka terbatas dilaksanakan. Sebelumnya sekolah tatap muka terbatas sudah diujicobakan di Jakarta telah dievaluasi oleh Kemendikbudristek.

"Sejauh ini uji coba PTM terbatas cukup positif karena dapat mendidik anak- anak agar beradaptasi dengan perilaku hidup baru. Sisi positif lainnya adalah model PTM terbatas ini akan meningkatkan sisi kreativitas guru," ujar Katman.

Di sisi lain, khusus untuk satuan Pendidikan PAUD dan SD, jumlah peserta sekolah tatap muka ini akan sangat dibatasi. Dengan begitu murid-murid PAUD dan SD bisa diawasi secara optimal.

"Untuk peserta didik PAUD misalnya, dalam pelaksanaannya juga diarahkan untuk melakukan aktivitas di ruang ruangan sehingga lebih mudah untuk diberlakukan jaga jarak daripada di ruang kelas. Itu salah satu praktik positif PTM terbatas yang dilakukan di PAUD," katanya.


Salah satu orang tua murid sekaligus anggota Komite Sekolah SMKN 1 Kemang Bogor Tata Karwita menyatakan dukungannya terhadap rencana PTM terbatas ini. Banyak orang tua yang menilai PJJ yang berlangsung saat ini kurang efektif.

"Perwakilan orang tua murid khususnya di SMKN 1 Kemang Bogor, menganggap PJJ yang berjalan saat ini dirasakan kurang efektif. Pertama karena kondisi ekonomi orang tua murid rata-rata kurang mampu untuk mengakomodasi fasilitas PJJ seperti gawai dan kuota internet. Hal lain, orang tua juga tidak maksimal mendampingi pembelajaran anak-anaknya karena kurangnya kemampuan dari sisi keilmuan orang tua, juga karena alasan bekerja," kata dia.

Orang tua murid SMKN 1 Kemang Bogor sudah memberikan dukungan dalam bentuk tertulis untuk pelaksanaan sekolah tatap muka terbatas ini. Syarat yang diperhatikan orang tua murid antara lain, wilayah sekolah masuk zona hijau, juga sekolah diminta memenuhi persyaratan protokol kesehatan di sekolah.

"Tenaga guru dan pendidik di SMKN 1 Kemang Bogor juga sudah semua divaksinasi sehingga menimbulkan optimisme orang tua murid agar bisa memulai PTM terbatas ini," tambah Tata Karwita.

Ketua Umum LPAI Seto Mulyadi mengatakan dalam praktiknya porsinya pembelajaran jarak jauh saat ini masih terlalu akademik dan murid-murid terlalu lama menatap layar, hal ini jadi kurang efektif.

"Apabila nantinya saat pembelajaran PTM terbatas ini memang terjalin komunikasi antara orang tua dan sekolah, maka orang tua akan menjadi ujung tombak pembelajaran. Jadi saya kira sudah tepat apabila ada opsi PTM terbatas dan PJJ yang ditawarkan oleh sekolah," ujarnya

Seto juga menekankan untuk mempersiapkan infrastruktur keberangkatan dan kepulangan siswa dari sekolah nantinya. Tujuannya agar murid-murid di kendaraan umum tidak saling berdesak-desakan.

"Harus ada komunikasi yang sangat efektif dari pihak sekolah dengan orang tua, kalau perlu secara individual karena sekarang kita bisa berkomunikasi melalui WhatsApp atau zoom. Sehingga orang tua bisa mendapatkan penjelasan yang lengkap dari sekolah, dengan begitu orang tua betul-betul yakin dan tidak lagi khawatir untuk mengantar anak-anaknya belajar kembali ke sekolah," tambah dia.

Untuk menghilangkan kekhawatiran orang tua, dia berpesan kepada para orang tua bahwa semua anak pada dasarnya cerdas dan senang belajar. Belajar yang membuat mereka optimal adalah belajar dalam suasana gembira, aman, dan nyaman.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading