Internasional

China Tersudut, Terkuak Dugaan Corona Bocor dari Lab Wuhan

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
28 May 2021 13:23
Chinese President Xi Jinping speaks at an event marking the 40th anniversary of China's reform and opening up at the Great Hall of the People in Beijing, China December 18, 2018. REUTERS/Jason Lee

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan antara China dan Amerika Serikat (AS) soal corona (Covid-19) bisa panas lagi. Hal ini dipicu oleh reaksi China atas perintah Presiden Joe Biden agar intelijen AS menyelidiki ulangĀ asal usul Covid-19 dalam 90 hari.

Kementerian luar negeri China menyebut Washington ingin menyudutkan Beijing. "Motif dan tujuan pemerintahan Biden sangat jelas," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian sambil menegaskan penolakan China.

China menyebut sejarah kelam komunitas intelijen AS sudah dikenal. Ini merujuk pada tuduhan senjata pemusnah massal yang membenarkan invasi ke Irak.


Sebelumnya Presiden Joe Biden mengumumkan bahwa ia telah memerintahkan tinjauan intelijen lebih dalam tentang dugaan bahwa Covid-19 muncul dari kecelakaan di laboratorium virologi Wuhan, Rabu (26/5/2021).

Biden mengungkapkan bahwa awal tahun ini ia menugaskan komunitas intelijen untuk menyiapkan laporan analisis paling mutakhir tentang asal-usul Covid-19, termasuk apakah itu muncul dari kontak manusia dengan hewan yang terinfeksi atau dari kecelakaan laboratorium.

"Sampai hari ini, Komunitas Intelijen AS telah 'menggabungkan dua skenario yang mungkin' tetapi belum mencapai kesimpulan pasti tentang pertanyaan ini," kata Biden dalam sebuah pernyataan.

"Inilah posisi mereka saat ini, ada dua kecenderungan yang dipercayai yaitu skenario (kontak manusia) dan satu lebih condong ke arah (skenario kebocoran lab) masing-masing dengan tingkat kepercayaan rendah atau sedang. Mayoritas elemen tidak percaya ada informasi yang cukup untuk menilai yang satu lebih mungkin dibandingkan yang lain."

Pernyataan Biden mencerminkan cara unik komunitas intelijen menyajikan temuannya kepada presiden yang menjabat. Ini termasuk menjelaskan ketika berbagai lembaga dalam komunitas tidak setuju, dan menggunakan skala, rendah-sedang-tinggi, untuk mengukur tingkat kepercayaan yang dimiliki analis dalam keakuratan penilaian mereka.

"Saya sekarang telah meminta komunitas intelijen untuk melipatgandakan upaya mereka untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang dapat membawa kita lebih dekat ke kesimpulan yang pasti, dan untuk melaporkan kembali kepada saya dalam 90 hari," kata Biden.

Hipotesis bahwa virus mungkin telah lolos dari laboratorium China pada awalnya dianggap sebagai teori konspirasi. Namun dalam beberapa bulan terakhir hal itu mendapatkan daya tarik yang lebih banyak pihak.

Pekan lalu, sebuah laporan intelijen AS menemukan bahwa para peneliti di institut virologi di Wuhan, tempat wabah itu berasal pada akhir 2019, mencari perawatan di rumah sakit setelah jatuh sakit. Mereka, sebagaimana ditulis dalam laporan The Wall Street Journal, memiliki gejala yang konsisten dengan Covid-19 dan penyakit musiman yang umum.

China sebenarnya selalu menolak anggapan bahwa mereka menyebarkan virus itu. Kementerian Luar Negeri China menganggap bahwa manuver Washington menganggap bahwa China merupakan biang dari pandemi ini merupakan sebuah pengalihan isu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Investigasi Asal-usul Corona Dimulai, Tim WHO Tiba di Wuhan


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading