Terungkap! RI Ternyata Gencar Riset Soal Mobil Listrik

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
24 May 2021 11:27
BPPT Sebut Pentingnya Penguatan SDM di Ekosistem Baterai Listrik (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menegaskan bagaimana tantangan yang dihadapi Indonesia terkait dengan kesiapan kualitas SDM dan infrastruktur terkait pengembangan electric vehicle (EV) atau mobil listrik.

"Komponen utama EV sangat banyak. Baterai komponen terbesar. Kapasitas EV bergantung pada SDM, terampil dan jadi kunci teknologinya. Bahwa RI sudah bersiap dengan EV melalui investasi dan mengucurkan banyak anggaran yang sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu," ujar Kepala BPPT, Hammam Riza dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia di Jakarta, Senin (24/5/2021).

Menurut dia, banyak institusi terlibat dalam ekosistem EV. Mulai dari yang melibatkan pemerintah industri hulu dan hilir hingga perguruan tinggi yang mempersiapkan SDM dalam mengejar kemampuan Indonesia. Hal ini juga menurutnya bagaimana pembentukan konsorsium baterai.


"Ekosistem EV, baterai, fast charging, adalah komponen2 yang jadi fokus BPPT sebagai lembaga penyelenggara ilmu pengetahuan dan teknologi," imbuhnya.

"Untuk menguasai baterai lithium saja, sejak 10 tahun lalu riset Batam, ada riset manufaktur BPPT dengan pusat materialnya," imbuhnya.

Ketika Indonesia sudah mampu membuat baterai fast charging, hal ini lantas tak berhenti dalam melakukan riset. Sebab masih diperlukan tahap komersialisasi.

"Artinya, kita kuasai hulu hilir fast charging, baik itu untuk kendaraan roda empat atau roda dua yang jadi target manufaktur. Misalnya untuk motor Gesit, tak lagi dibuat di China tapi bisa di Indonesia," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Canggih! Peringatan Dini Tsunami RI Kini Pakai AI


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading