Naikkan Tarif PPN: Ibarat Membunuh Angsa Bertelur Emas!

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
21 May 2021 17:50
Cover topik/ Tarif PPN Naik_Konten

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) dianggap hanya akan membuat perekonomian terpuruk. Bukan tidak mungkin, pemulihan ekonomi akan berjalan semakin lamban.

Ekonom Senior Dradjad Wibowo memandang, rencana pemerintah menaikkan tarif PPN salah strategi. Pasalnya, kenaikan PPN hanya akan membuat konsumsi rumah tangga tertekan.

"Karena pertumbuhan ekonomi kita tergantung pada konsumsi rumah tangga," kata Dradjad saat berbincang dengan CNBC Indonesia, Jumat (21/5/2021).


Selama empat kuartal terakhir, kata dia, konsumsi rumah tangga belum mengalami perbaikan yang cukup signifikan. Apalagi bila kenaikan PPN benar-benar diberlakukan.

"Ibaratnya seperti kita membunuh angsa bertelur emas. Karena harapan kita pada konsumsi rumah tangga," jelasnya.

Menurut Dradjad, apabila pemerintah begitu ngotot untuk menaikkan PPN, maka bukan tidak mungkin konsumsi rumah tangga semakin drop. Pada akhirnya, pemulihan ekonomi berjalan lambat.

"Kalau dihajar PPN, konsumsi drop makin sulit untuk pemulihan ekonomi," jelasnya.

Dradjad menggarisbawahi bahwa rencana kenaikan tarif PPN bisa saja dilakukan, namun saat perekonomian berada dalam situasi yang aman. Menurutnya, tahun ini dan tahun depan perekonomian nasional masih bergerak labil.

"Kalau saat booming boleh dipertimbangkan. Tapi saat ekonomi tertatih-tatih, ketika ekonomi pada saat di bawah masih berusaha naik dan konsumsi rumah tangga belum naik, enggak pas. Ketika ekonomi menuju pada lonceng terbalik, boleh," tegas Drajad.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading