Begini Kata Ahli Geologi Soal Kawah Misterius KRI Nanggala

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
21 May 2021 14:15
Indonesian Navy submarine KRI Nanggala sails in the waters off Tuban, East Java, Indonesia, as seen in this aerial photo taken from Indonesian Navy helicopter of 400 Air Squadron, in this Monday, Oct. 6, 2014 photo. Indonesia's navy is searching for the submarine that went missing north of the resort island of Bali with a number of people on board, the military said Wednesday. (AP Photo/Eric Ireng)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 masih menyisakan rasa penasaran. Berdasarkan informasi terkini disebutkan bahwa bagian dari kapal selam tergeletak dekat dengan sebuah kawah di dasar laut pada kedalaman 838 meter.

Hal tersebut diketahui setelah pasukan militer China dengan kapal China Tan Suo-2 yang dikerahkan untuk membantu operasi penyelamatan kapal selam KRI Nanggala-402 menemukan kawah dengan kedalaman 10-15 meter di dekat lokasi kapal yang tenggelam.

Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto memperkirakan bahwa kawah tersebut merupakan lokasi tenggelamnya badan tekan (pressure hull).


"Kita menamakan creater atau kawah yang diameternya kurang lebih 38 meter, dengan kedalaman kurang lebih 10-15 meter. Ini (kawah) yang sampai saat ini kita masih belum mengetahui apa sebenarnya kawah tersebut," kata Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto dalam pernyataannya dikutip, Jumat (21/5).

Lantas, kawah apakah itu?

Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Muhammad Burhannudinnur mengatakan, bentukan morfologi dasar laut seperti kawah, palung, parit, dan gunung adalah gejala alam yang lumrah. Menurutnya, kondisi ini juga umum terjadi di permukaan pada daratan.

Namun perlu diteliti lebih lanjut guna menentukan jenis dan interpretasi penyebabnya.

"Morfologi kawah perlu diteliti batuan penyusun, struktur geologinya untuk dapat menentukan jenis dan interpretasi prosesnya atau penyebabnya. Geometri (diameter dan kedalaman) jenis batuan dan strukturnya akan bisa menentukan proses terbentuknya," paparnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (21/05/2021).

Lebih lanjut dia menjelaskan, pembentukan kawah bisa terjadi karena benturan dari atas akibat gravitasi benda berat, misalnya saja meteor, atau bisa juga karena penurunan muka tanah karena proses alam.

"Bisa penurunan karena di bawahnya ada rongga, bisa karena ledakan gunung api, bisa karena pelarutan lapisan di bawahnya," tuturnya.

Berdasarkan pemaparan yang disampaikan Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, dijabarkan bahwa kawah tersebut berdiameter kurang lebih 38 meter dengan kedalaman 10-15 meter. Dia memperkirakan bahwa kawah tersebut merupakan lokasi tenggelamnya badan tekan (pressure hull)

Jika hal tersebut benar, lanjut Burhan, maka salah satu mekanisme pembentukan kawah di sekitar badan tekan KRI Nanggala-402 dapat diduga karena beban badan kapan masuk ke lumpur sedimen yang tebal meninggalkan kawah.

"Jika informasi itu benar, maka salah satu mekanisme pembentukan kawah di sekitar badan tekan Nanggala-402 dapat diduga beban badan kapal masuk ke lumpur sedimen yang tebal meninggalkan kawah," jelasnya.

"Analogi sederhana, menjatuhkan kelereng pada lumpur, kelereng akan masuk meninggalkan kawah di atasnya," lanjutnya.

Apabila komposisi batuan yang keras, batuan beku dan piroklastik, maka menurutnya kawah itu terkait dengan aktivitas volkanik. Jika batuan sedimen, maka itu terkait dengan mud volcano di bawah permukaan atau aktivitas keluarnya gas bumi.

Sebelumnya, Pangkormada II Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto juga memaparkan bahwa penemuan kawah tersebut tergambar melalui survei bawah laut oleh kapal milik China dengan jarak ukur pada lebar 2,5 kilometer dan 3,7 Km.

Beberapa kapal China yang dikerahkan untuk membantu proses evakuasi ialah: PRC Navy Ship Ocean Tug Nantuo 195, PRC Navy Ocean Salvage & Rescue Yong Xing Dao 863, serta kapal Penelitian Tan Suo 2 akademi ilmu pengetahuan China.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading