Hotel-Hotel Bergelimpangan, Hotel di Bali Banyak Diobral!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
20 May 2021 12:35
Hotel Mewah Tempat Kim Kardashian Menginap di Bali. (Dok. Soori Bali)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengusaha di sektor perhotelan mulai angkat tangan dengan pandemi Covid-19 yang belum diketahui selesai kapan. Mereka bukan hanya menutup operasional, namun hingga menjual aset properti. Fenomena ini terjadi di Bandung, Jogjakarta Surabaya dan kota-kota lainnya bahkan sampai di Pulau Dewata Bali.

Di situs jual beli online Lamudi misalnya, tercatat ada 631 hotel di Bali yang diobral. Banderol harga mulai Rp 15-an miliar sampai triliunan rupiah.

Hotel yang memiliki harga Rp 15 miliar salah satunya berada di Ubud Gianyar, di dalamnya memiliki fasilitas restaurant kapasitas 36 sit, parking area 4 mobil dan 20 motor serta 2 kolam renang serta 16 kamar yang terletak di dua lantai. Total Luas tanah sebesar 1.400 m dan luas bangunan 1.500m2.


Ada juga hotel bintang 4 yang terletak di Kuta, dibanderol Rp. 275 miliar. Hotel yang dibangun sejak 2011 ini memiliki 161 kamar yang terdiri dari 93 kamar deluxe (28 m2), 52 kamar grand deluxe with balcony (32 m2), 6 kamar junior suite (50 m2), 2 kamar junior suite with balcony (50 m2), serta 6 kamar executive suite (56 m2)

Fasilitasnya ada pool bar - restaurant, cafe - lobby lounge, meeting & banqueting facilities yang menampung 400 orang, Spa , Fitness Center serta kolam renang.

Salah satu hotel yang memiliki banderol cukup tinggi terletak di Nusa Dua. Nilai penawaran Rp 4 triliun dengan harga nett Rp. 3,5 triliun, namun statusnya Hak Guna Bangunan selama 30 tahun + 20 tahun.

Luas tanahnya memang besar, mencapai 78.420m2 (7.8 Ha), luas bangunan mencapai 39.270 m2 dengan Jumlah Kamar sebanyak 415 kamar, sementara fasilitas hotel yakni lobby & lounge bar, meeting room dan pool, café, serta swimming pool tropical garden beach.

CNBC Indonesia mencoba menghubungi Sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (Bali) Perry Markus, tapi belum memberi jawaban mengenai maraknya fenomena penjualan hotel di Bali belakangan ini di toko online.

Data BPS Februari 2021 menunjukkan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia bulan Februari 2021 mencapai rata-rata 32,40% atau turun 16,82 poin dibandingkan dengan TPK bulan yang sama tahun 2020 yang tercatat sebesar 49,22%.

Provinsi Bali masih tercatat sebagai provinsi dengan persentase TPK terendah, yaitu sebesar 8,99%, artinya 90% lebih kamar hotel kosong.

Di atas kertas, hotel-hotel di Bali memang parah terkena pandemi hingga berdampak pada ekonomi Bali yang bergantung pada wisata. Produk domestik regional bruto (PDRB) Bali terkontraksi hingga -12,21% pada 2020.

"Ini paling buruk dalam sejarah. Terbesar dampaknya bagi Bali dan para pelaku usaha pariwisata dan pendukungnya," ujar Gubernur Bali Wayan Koster beberapa waktu lalu.

Sekretaris Jenderal Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran pernah mengatakan bahwa saat ini pelaku di industri hotel sudah mati-matian dengan prediksi sektor pariwisata anjlok selama lima bulan 2021 yang memang low season.

"Masuk Januari okupansi hotel terjun ke 30%, tadinya meningkat 50% di Desember. Itu diperparah Februari dan Maret, minggu depan bulan puasa lalu lebaran, ini lima bulan lebih diproyeksikan sepi. Nggak ngerti lagi cara bertahan sementara susah cari napas sisa untuk bertahan," katanya kepada CNBC Indonesia April lalu.

Jurus Pemerintah

Pemerintah sadar dan tak tinggal diam menghadapi kondisi perhotelan dan pariwisata Bali secara umum yang kena hantaman parah.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan Kemenparekraf/Baparekraf memiliki program hibah pariwisata untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 khususnya di Bali. Per tahun lalu, dana yang digelontorkan mencapai Rp 3,3 triliun. Namun, program itu belum maksimal.

"Ini sudah kami gelontorkan tahun lalu tapi baru terserap 70%," ujar Sandiaga Uno.

Baru-baru ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mendukung peningkatan pariwisata the Nusa Dua Bali. Salah satunya dengan program work from Bali. 

Kementeriannya juga sudah menandatangani nota kesepahaman dukungan penyediaan akomodasi, Selasa (18/5/2021).

"Nota kesepahaman ini dibuat sebagai upaya dalam mendukung peningkatan pariwisata The Nusa Dua Bali dengan prinsip-prinsip Good Corporate Governance, dan akan berlaku untuk tujuh kementerian dan lembaga di bawah koordinasi Kemenko Marves," jelas Luhut, dalam keterangan resmi, Selasa (18/5/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading