Erdogan Balas Serangan Biden Soal Palestina-Israel

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
19 May 2021 21:12
Menara di Gaza Runtuh Dibom Israel. (Tangkapan Layar Video via BBC)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Turki bereaksi atas klaim Amerika Serikat (AS) bahwa Presiden Recep Tayyip Erdoganadalah seorang yang Anti Semit atau Anti terhadap Yahudi.

Dikutip APF, Rabu (19/5/2021), melalui asisten biro pers kepresidenan, Turki menyebut bahwa klaim itu tidak dapat diterima dan dapat memperburuk hubungan Ankara dan Washington.

"Pernyataan AS tentang pernyataan Presiden kami Erdogan tentang kekerasan Israel terhadap warga sipil Palestina benar-benar tidak dapat diterima," kata asisten pers Erdogan Fahrettin Altun.


Lebih lanjut Ankara juga menganggap hal ini adalah pengalihan isu dari kealpaan Washington terhadap agresi militer Israel di Gaza.

"Ini adalah pernyataan pengecut untuk mengalihkan perhatian internasional dari kejahatan Israel terhadap kemanusiaan," komentarnya.

Sebelumnya Departemen Luar Negeri AS pada Selasa (18/5/2021) dengan tajam mengkritik Erdogan atas apa yang disebutnya pernyataan "anti-Semit" dan mendesak figur Muslim terkuat dunia itu dan para pemimpin Turki lainnya untuk menahan diri dari komentar yang menghasut yang dapat memicu kekerasan lebih lanjut.

"Amerika Serikat mengutuk keras komentar anti-Semit Presiden Erdogan baru-baru ini mengenai orang-orang Yahudi dan menganggapnya tercela," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price dalam sebuah pernyataan.

Erdogan memang merupakan figur yang cukup vokal dalam membela Palestina. Ia menyebut bahwa Israel melakukan "terorisme" terhadap Palestina. Awal pekan ini ia kembali menyebut Israel "pembunuh, sampai-sampai mereka membunuh anak-anak".

Erdogan juga mengkritik Presiden AS Joe Biden yang dianggap tidak berani menekan Israel untuk segera menghentikan serangan militernya.

"Anda (Biden) menulis sejarah dengan tangan berdarah dalam insiden yang merupakan serangan serius yang tidak proporsional di Gaza, yang menyebabkan ratusan ribu orang mati syahid," katanya pada Senin (17/5/2021), dikutip dari Reuters.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Israel Klaim Hancurkan Terowongan Hamas Sepanjang 15 Km


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading