Pertamina Gandeng INA Jajaki Pendanaan Proyek Ribuan Triliun

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
19 May 2021 20:08
PHE WMO operasikan kembali anjungan PHE 12. (Dok. Pertamina Hulu Energi)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) dan Lembaga Pengelola Investasi Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA) menjajaki potensi kemitraan strategis investasi pada sektor energi, termasuk energi terbarukan yang dijalankan Pertamina. Kerja sama ini dilakukan untuk mewujudkan ketahanan energi dan menggerakkan ekonomi nasional.

Pjs Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, sepanjang 2020-2024, Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor energi sedang menjalankan 14 Proyek Strategis Nasional (PSN) dan 300 proyek investasi lainnya di sektor hulu, hilir dan energi bersih terbarukan dengan total anggaran hingga US$ 92 miliar atau sekitar Rp 1.315 T (asumsi kurs Rp 14.300 per US$).

Selain itu, terdapat beberapa rencana proyek strategis Pertamina dalam rangka unlock value untuk mengoptimalisasi nilai Pertamina Group. Adapun pendanaan untuk proyek tersebut berasal dari internal maupun eksternal.


Dia mengatakan, sebagian proyek-proyek tersebut berpeluang untuk mendapatkan pendanaan dari INA. Karenanya, dalam rangka mengeksplorasi lebih detail potensi kerja sama tersebut, Pertamina dan INA menandatangani Perjanjian Kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement/NDA).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati bersama Ketua Dewan Direktur INA Ridha Wirakusumah, hari ini Rabu (19/05/2021).

Fajriyah mengatakan, investasi yang dilakukan Pertamina bertujuan untuk meningkatkan produksi dan cadangan migas, sehingga akan berdampak pada pengurangan impor minyak nasional dan mendukung visi pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional yang disesuaikan dengan grand strategy energi nasional ke depan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Ketua Dewan Direksi Indonesia Investment Authority Ridha Wirakusumah melakukan Penandatanganan Non-Disclosure Agreement PT Pertamina Persero - Indonesia Invesment Authority (INA), pada Rabu (16/5) di Kantor Pusat Pertamina.Foto: Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Ketua Dewan Direksi Indonesia Investment Authority Ridha Wirakusumah melakukan Penandatanganan Non-Disclosure Agreement PT Pertamina Persero - Indonesia Invesment Authority (INA), pada Rabu (16/5) di Kantor Pusat Pertamina. (dok: Pertamina).

Komitmen Pertamina, imbuhnya, meskipun dalam kondisi pandemi, seluruh aktivitas operasional tetap berjalan, mengingat ekosistem Pertamina sangat besar, terlebih ada 1,2 juta tenaga kerja. Oleh karenanya, motor penggerak ini tidak boleh terhenti, untuk mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional.

"Keseluruhan investasi Pertamina, terbuka untuk kerja sama dengan INA. Kami menyambut baik peluang ini agar bisa terlaksana dan berdampak positif bagi semua pihak," tuturnya dalam keterangan resmi perseroan, Rabu (19/05/2021).

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Direktur INA Ridha Wirakusumah mengapresiasi kerja sama yang akan dilakukan INA dan Pertamina. Menurutnya, melalui kerja sama ini, INA akan bekerja keras untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan, secara bersama-sama dengan Pertamina untuk masa depan energi nasional.

"Pertamina merupakan perusahaan besar dan sangat strategis, sehingga kami ingin sekali untuk bisa berperan serta dan berkontribusi agar proyek-proyek strategis yang sedang dijalankan Pertamina jauh lebih sukses karena dampak positifnya terhadap negara luar biasa," ucap Ridha.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading