Ngeri! Tahun 2050, Sebagian Jakarta Diramalkan Tenggelam

News - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
15 May 2021 08:15
Pengendara mobil melintas di jalan Protokol Ibukota Thamrin-Sudirman, Jakarta, Kamis (21/6). Usai libur lebaran sejumlah ruas jalan Protokol mulai diberlakukan kembali aturan ganjil-genap. Hal itu diberlakukan usai sistem ganjil-genap tidak diberlakukan di Jalan Sudirman-Thamrin dan Jalan Gatot Subroto mulai tanggal 11-20 Juni 2018 kemarin. Menurut pantauan CNBC Indonesia meski sudah memasuki hari awal kerja PNS sejumlah ruas jalan tersebut masih terlihat ramai lancar. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Verisk Maplecroft, salah satu firma riset terkemuka di dunia, merilis laporan 100 kota di dunia yang terpapar risiko lingkungan. Dari jumlah itu, sebanyak 99 kota ada di Asia dengan yang terparah adalah ibu kota Indonesia, Jakarta.

Seperti dikutip Time, Jumat (14/5/2021), Verisk Maplecroft melaporkan Jakarta mengalami kenaikan permukaan laut dan penurunan tanah. Semua itu akibat menipisnya akuifer seiring penggunaan air tanah untuk minum dan mencuci.

Hal tersebut menobatkan Jakarta menjadi kota paling cepat tenggelam di dunia. Diprediksi sebagian kota akan berada di bawah air pada 2050 mendatang.

Jakarta juga harus berhadapan dengan polusi udara karena pembangkit listrik tenaga uap yang bersumber dari bahan bakar batu bara. Buruknya lingkungan ini membuat pemerintah berencana memindahkan ibu kota negara.

Hal yang sama juga ditemui di kota lain di Indonesia. Melansir laman resmi Maplecroft ada juga Surabaya dan Bandung yang masing-masing berada di urutan ke-4 dan ke-8.

Untuk peringkat 20 besar, juga ada Karachi di urutan 12 dan Lahore ke-15. Dua kota yang berada di Pakistan merupakan paling padat penduduknya.



Sementara dari 100 kota beresiko itu termasuk 37 kota berada di China dan India sebanyak 43 kota.

Laporan ini memiliki indeks global dengan mengacu pada 9 indeks resiko untuk mengevaluasi kelayakan hidup, potensi investasi dan lanskap risiko operasional kota dengan populasi lebih dari 1 juta. Hasilnya untuk India sendiri memiliki 13 dari 20 lokasi beresiko tertinggi di dunia.

Salah satunya adalah ibu kota negara Delhi berada di urutan kedua. Lalu ada juga seperti Chennai (posisi ke-3), Agra (6), Kanpur (10), setelah itu ada Jaipur (22), Lucknow(24), Bengaluru (25), dan Mumbai (27).

Untuk populasi juga menjadi ancaman utama. India menempatkan 19 dari 20 kota paling berisiko di laporan Indeks Kualitas Udara. Udara yang beresiko itu berdampak pada satu dari lima kematian di India tahun 2019.

Untuk di Afrika, Head of Environment and Climate Change Research Will Nicholas mengatakan memiliki level sangat rendah untuk polusi udara dibandingkan di negara Asia. Wilayah tersebut cenderung lebih sedikit menghadapi ancaman pada bahaya alam.

Namun, menurut tim peneliti, sejumlah kota Afrika memiliki risiko pada perubahan iklim. Jumlahnya 38 dari 40 kita paling rentan pada indeks yang berfokus untuk risiko iklim.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading