Survei: 36 Juta Orang Nekat Mudik Meski Dilarang Pemerintah

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
04 May 2021 19:55
Aktivitas Penumpang di Terminal Kalideres Jakarta, Jumat (23/4/2021). Terminal Bus Kalideres masih berjalan normal, menyusul adanya Surat Edara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 Tetang pengetatan mudik, Jumat, (23/4/2021). Sebelumnya surat edaran itu mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik atau pada 22 April - 5 Mei 2021 dan H+7 peniadaan mudik 18 Mei - 24 Mei 2021.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hasil survei yang dikeluarkan oleh Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia mencatat bahwa sebanyak 36 juta orang nekat pulang ke kampung halaman alias mudik meski dilarang.

Survei tersebut dilakukan pada 13-17 April 2021. Di mana 2,9% responden memiliki keinginan yang besar tahun ini. Selanjutnya ada 17,9% responden memiliki keinginan mudik cukup besar pada lebaran tahun ini.

"Ini bukan angka yang kecil, apalagi situasi pandemi belum selesai. Jumlah 20,8 persen dari total populasi pemilih, itu kurang lebih sekitar 36 juta orang," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengutip CNN Indonesia, Selasa (4/5/2021).


Menurutnya, populasi yang diikutsertakan dalam survei ini adalah orang yang punya hak pilih. Populasi tersebut berjumlah sekitar 180 juta orang.

Indikator juga mencatat jumlah masyarakat yang mendukung larangan mudik tak sampai separuh populasi. Burhan menyebut hanya 45,8 persen responden yang mendukung larangan mudik.

"Yang tidak setuju 28 persen. Ini masukan buat pemerintah, termasuk Komite Penanganan Covid-19," tuturnya.

Survei dilakukan dengan melibatkan 1.200 orang responden. Survei ini memiliki toleransi kesalahan kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Untuk berita selengkapnya simak halaman berikut ini >>>>>>>>>>>>


[Gambas:Video CNBC]

(yun/yun)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading