1,5 Juta Tinggalkan Jakarta, Kemenhub Antisipasi Arus Balik

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
13 May 2021 20:45
Kemacetan di pos penyekatan, Jalur Pantura Kedung Waringin, perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang, Senin (10/5/2021).  Dari data yang didpat dari jam 8.00 wib hingga 15.00 wib sebayak 512 kendaraan yang telah diputar balik.  (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan mencatat hingga hari ini, Kamis (13/5/2021) sudah sebanyak 1,5 juta orang meninggalkan ibu kota. Ini terpantau dari posko monitoring yang dilakukan Kemenhub.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Adita Irawati mengatakan, masyarakat yang keluar ini terpantau menuju beberapa daerah utama di pulau Jawa.

"Banyak menuju beberapa daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (13/5/2021).


Menurutnya, meski masih ada yang melakukan perjalanan luar kota tapi jumlahnya lebih sedikit sejak diberlakukan pengetatan perjalanan di awal Mei lalu.

Dari data Kemenhub, sejak 6 Mei hingga 11 Mei saat dilakukan pengetatan aktivitas perjalanan, jumlah angkutan yang keluar Jabodetabek menurun signifikan.

Untuk kendaraan angkutan darat turun 86%, perjalanan angkutan laut turun 62% dan perjalanan dengan moda transportasi Kereta Api turun 88%.

"Yang paling signifikan turunnya adalah angkutan udara yang turun 93%," jelasnya.

Meski demikian, Kemenhub dan Satgas Covid-19 serta pihak terkait akan tetap melakukan antisipasi lonjakan kasus di arus balik nanti. Di mana arus balik di prediksi akan terjadi pada H+3 (16 Mei) dan H+7 (20 Mei).

"Untuk mengantisipasi lonjakan kita lakukan antisipasi yakni dengan meningkatkan tes random kepada pengguna angkutan jalan baik roda dua maupun roda empat. baik yang menggunakan jalan tol, arteri dan jalan kecil lainnya," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading