Polling CNBC Indonesia

Lapor, Pak Jokowi! Kuartal I-2021 Kayaknya Masih Resesi...

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
03 May 2021 11:31
Suasana pengunjung di Pasar Tanah Abang, Minggu, 2/5. Pasar Tanah Abang, (CNBC Indonesia/Muhammmad Sabki)

Dua, memang kondisi sudah lebih baik. Baik dunia usaha maupun rumah tangga sudah lebih kuat, lebih percaya diri dalam memandang perekonomian.

Di sisi dunia usaha, IHS Markit melaporkan aktivitas manufaktur yang diukur dengan Purchasing Managers' Index (PMI) pada April 2021 sebesar 54,6. Naik dari bulan sebelumnya yaitu 53,2 dan mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.


PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Angka di atas 50 menunjukkan dunia usaha tengah dalam fase ekspansi.

"Produksi manufaktur Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan pemesanan baru. Hal yang menggembirakan adalah ekspor bisa untuk untuk kali pertama sejak masa pandemi, ini adalah perkembangan positif," sebut Andrew Harker, Economics Director IHS Markit, seperti dikutip dari siaran tertulis.

Sementara di sisi rumah tangga, keyakinan semakin menebal. Ini terihat di Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang pada Maret 2021 berada di 93,4. Meningkat dibandingkan dengan 85,8 dan 84,9 pada Februari dan Januari 2021 dan mencatat rekor tertinggi sejak Desember 2020.

IKK menggunakan angka 100 sebagai titik mula. Kalau masih di bawah 100, maka artinya konsumen cenderung pesimistis memandang perekonomian saat ini hingga enam bulan mendatang.

Meski masih di bawah 100, tetapi terlihat IKK dalam tren meningkat. Jika keyakinan ini bisa dijaga, atau bahkan ditingkatkan, maka bukan tidak mungkin pada bulan-bulan mendatang sudah bisa menembus level 100.

Masih dari survei yang sama, Bank Indonesia mencatat porsi pendapatan konsumen yang digunakan untuk konsumsi mencapai 74,4% pada Maret 2021. Ini adalah rekor tertinggi setidaknya sejak 2012.

"Responden menyampaikan bahwa perkembangan program vaksinasi dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 yang berjalan lancar turut mendorong penguatan persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi," sebut laporan BI.

Ingat, konsumsi adalah tulang punggung perekonomian nasional. Kontribusi konsumsi rumah tangga dalam pembentukan PDB di atas 50%. Jadi saat konsumsi bangkit, maka niscaya pertumbuhan ekonomi bakal terungkit.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading