Bukber Biang Kerok Klaster Covid-19 di Perkantoran Melesat?

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
28 April 2021 10:10
Petugas damkar menyemprot disinfektan di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Kamis 30/7. Gedung DPRD DKI Jakarta ditutup selama lima hari mulai Rabu 29 Juli sampai Minggu 2 Agustus 2020. Lantaran, satu anggota DPRD DKI Jakarta dan satu PNS dinyatakan terpapar virus Corona atau Covid-19. Kantor menjadi salah satu penularan Corona dengan tingkat risiko tinggi. Maka dari itu area perkantoran disarankan memiliki sirkulasi udara yang baik. Sebab, kualitas udara yang tidak baik disebut menjadi salah satu faktor penularan Corona rentan terjadi di kantor. Ada 68 klaster Corona yang dilaporkan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta ditemukan di perkantoran. Dari 68 klaster tersebut, total 440 pekerja dinyatakan positif virus Corona COVID-19 dan diisolasi. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - DKI Jakarta mengalami peningkatan penularan kasus Covid-19, terutama pada klaster perkantoran. Peningkatan terjadi hingga dua kali lipat. Padahal, sebagian dari klaster ini sudah melakukan vaksinasi pada karyawan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengakui ada peningkatan kasus pada klaster perkantoran dalam dua pekan terakhir. Dia meminta agar peningkatan klaster perkantoran ditindaklanjuti dengan penutupan sementara perkantoran, disinfeksi, tracing dan tes.

Data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan, ada peningkatan kasus Covid-19 di klaster perkantoran pada dua pekan terakhir, tepatnya pada 5-11 April ada 157 kasus positif di 78 perkantoran, kemudian pada 12-18 April berjumlah 425 kasus dari 177 kantor.


"Kemunculan ini mohon ditindaklanjuti dengan penutupan sementara perkantoran, desinfeksi, serta tracing pada tes pada kontak erat supaya tidak ada klaster perkantoran," kata Wiku dalam taklimat media, Selasa (27/4/2021).

Dia meminta pemerintah daerah untuk menerapkan instruksi tersebut sebagai kebijakan yang jelas dan sebagai panduan. Wiku menegaskan peningkatan klaster perkantoran di Jakarta harus menjadi pembelajaran bagi daerah lainnya.

Adapun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup 2.114 perusahaan sepanjang 11 Januari sampai 26 April 2021. Ribuan perusahaan itu ditutup lantaran penyebaran Covid-19. Hal itu diketahui berdasarkan Data Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertrans) DKI Jakarta terhadap 3.703 perusahaan yang disidak.

Detailnya, ada 201 perusahaan di Jakarta Utara, serta 167 perusahaan di Jakarta Timur yang ditutup akibat penyebaran virus corona.

Selain itu, Disnakertrans juga menutup 21 perusahaan yang melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dari 21 perusahaan itu, sebanyak 12 di antaranya berada di Jakarta Selatan. Kemudian, Jakarta Timur sebanyak empat perusahaan, tiga perusahaan di Jakarta Utara, dan dua perusahaan di Jakarta Pusat.

Hal senada juga dilontarkan Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Khadik Triyanto. Dia pun mengakui adanya lonjakan dari klaster perkantoran.

"Melihat angka dari laporan perusahaan ditambah data pemeriksaan kami, memang cenderung naik turun, dua pekan terakhir ada sedikit lonjakan," kata Khadik kepada CNBC Indonesia, Selasa (27/4/2021).

Dia menjelaskan bahwa lonjakan klaster perkantoran bukan karena paparan di wilayah kantor, tapi justru berasal dari kegiatan di luar kantor.

"Tapi dari kajian kami terjadi lonjakan di perkantoran karena di saat bulan Ramadan pekerja seusai jam kerja cenderung melakukan kegiatan buka bersama di restoran, di mana di restoran tidak menggunakan masker saat berkumpul, juga tempat duduk tidak berjarak karena dianggap satu komunitas, ini salah satu hipotesis," tuturnya.

Sementara Hadis menilai protokol kesehatan di sektor perkantoran sudah tertib, seperti masih diterapkannya 50% bekerja dari rumah (WFH), juga pola shifting 25% pekerja yang masuk, serta peningkatan kedisiplinan melihat dari pengecekan Covid-19 untuk pekerja.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading