Dari Australia Hingga Spanyol, RI Impor Daging 11 Ribu Ton

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
16 April 2021 13:55
Suasana penjualan daging di Supermarket, Jakarta Senin (9/4). Kementerian Perdagangan tengah mengkaji volume dan periode impor daging sapi.  Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) mengungkapkan kebutuhan industri pada tahun ini mencapai 70.000  ton daging sapi untuk makanan kaleng seperti kornet, sosis dan bakso. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jelang bulan Ramadan, tepatnya pada Maret lalu, impor daging alami kenaikan signifikan. Kenaikan bahkan capai 44% dibandingkan sebelumnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor daging jenis lembu pada Maret ini tercatat sebanyak 11,27 ribu ton dengan nilai US$ 36,83 juta. Impor ini naik 44,22% dibandingkan dengan Februari 2021 yang sebanyak 7,81 ribu ton.

Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, impor daging juga naik double digit yakni 17,46% yang tercatat sebanyak 9,6 ribu ton di Maret 2020.


Secara kumulatif (Januari-Maret), impor daging juga naik hingga 31% menjadi 30,84 ribu ton dari sebelumnya sebanyak 23,54 ribu ton di kuartal I-2020.

Selama Maret ini, ada lima negara utama pengimpor daging lembu beku ke Indonesia. Terbanyak berasal dari Australia dan terendah dari Spanyol.

Berikut 5 negara pengimpor daging lembu ke RI selama Maret 2021:

1. Australia sebanyak 7.834 ton dengan nilai US$ 24,43 juta
2. India sebanyak 1.820 ton ribu ton dengan nilai US$ 6,37 juta
3. Selandia Baru sebanyak 935,82 ton dengan nilai US$ 2,79 juta
4. Amerika Serikat sebanyak 388,43 ton dengan nilai US$ 2,11 juta
5. Spanyol sebanyak 289,63 ton dengan nilai US$ 977,2 ribu


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading