Pertamina Bantah Lonjakan Impor Migas Imbas Kebakaran Kilang

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
15 April 2021 20:50
TOPIK_MAJU MUNDUR BBM

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) membantah jika kebakaran tangki di Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, pada 29 Maret 2021 lalu menjadi penyebab dari melonjaknya impor minyak dan gas bumi (migas) pada Maret 2021.

Hal tersebut disampaikan oleh SVP Corporate Communication and Investor Relations Pertamina Agus Suprijanto.

"Akibat insiden kebakaran tangki di area Kilang Balongan tidak menimbulkan tambahan impor BBM," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (15/04/2021).


Menurutnya, impor BBM tidak melonjak karena pasokan BBM bisa dialihkan ke Kilang Cilacap yang kapasitasnya sudah ditingkatkan.

"Karena dapat dialih suplai oleh Kilang Cilacap yang dapat ditingkatkan kapasitas produksinya," jelasnya.

Lebih lanjut dia sampaikan, kondisi Kilang Balongan secara bertahap sudah mulai operasi.

"Saat ini kilang Balongan sudah bertahap kembali pulih beroperasi," tuturnya.

Sebagaimana disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilis data ekspor impor untuk Maret 2021, impor minyak dan gas bumi (migas) Maret 2021 melonjak 74,74% (month to month) menjadi US$ 2,28 miliar dari US$ 1,30 miliar pada Februari 2021.

Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year on year/ yoy), impor migas pada Maret 2021 ini naik 41,87% dari US$ 1,61 miliar pada Maret 2020.

"Secara month to month, impor migas naik 74,74%.. dan year on year impor migas naik 41,87%. Impor RI naik positif sejak Februari dan sekarang kenaikannya jauh lebih tinggi," tutur Suhariyanto, Kepala BPS, dalam konferensi pers, Kamis (15/04/2021).

Peningkatan nilai impor migas ini disebabkan oleh bertambahnya nilai impor minyak mentah sebesar 239,9% atau sebesar US$ 532,8 juta dan hasil minyak naik 58,61% atau US$ 448,7 juta.

Secara rinci, impor migas pada Maret 2021 ini terbesar berasal dari impor hasil minyak, yakni naik 58,61% menjadi US$ 1,21 miliar dari US$ 765,6 juta pada Februari 2021.

Selain itu, kenaikan terbesar juga dari impor minyak mentah yakni naik 239,9% menjadi US$ 754,9 juta dari US$ 222,1 juta pada Februari 2021. Sementara impor gas turun 2,11% menjadi US$ 309,9 juta dari US$ 316,6 juta pada Februari 2021.

Lonjakan impor terbesar ada pada produk High Speed Diesel (HSD) di mana impor pada Maret 2021 melonjak 98,53% menjadi US$ 151,73 juta dari US$ 76,43 juta pada Februari 2021. Lalu, kenaikan impor bensin Pertamax sebesar 74,53% menjadi US$ 420,55 juta dari US$ 240,96 juta pada Februari 2021.

Sementara impor bensin Premium naik 67,58% menjadi US$ 374,59 juta dari US$ 223,53 juta pada Februari 2021.

Adapun lonjakan impor hasil minyak ini juga terlihat karena adanya peningkatan dari sisi volume impor ketiga jenis bahan bakar minyak (BBM) tersebut.

Dari sisi volume, lonjakan impor terbesar terjadi pada diesel, tepatnya jenis High Speed Diesel (HSD) yakni meningkat 83,82% menjadi 283,59 ribu ton pada Maret 2021 dibandingkan Februari 2021 yang sebesar 154,28 ribu ton pada Februari 2021.

Sementara impor Pertamax atau bensin dengan nilai oktan (Research Octane Number/ RON) di atas 90 hingga 97 pada Maret 2021 mengalami peningkatan 54,87% menjadi 700,84 ribu ton dari 452,53 ribu ton pada Februari 2021.

Sedangkan impor bensin dengan RON 88 atau Premium naik 50,98% menjadi 622,12 ribu ton dari 412,05 ribu ton pada Februari 2021.

Dilihat dari sisi harga minyak, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ ICP) pada Maret 2021 rata-rata naik 5,2% menjadi US$ 63,50 per barel dari US$ 60,36 per barel pada Februari 2021.

Pada 29 Maret 2021 lalu, tepatnya Senin dini hari pukul 00.45 WIB telah terjadi kebakaran di Kilang BBM Balongan yang dioperasikan PT Pertamina (Persero). Adapun yang terbakar yaitu empat tangki penyimpanan BBM yang berada di lokasi kilang.

Karena kebakaran ini, operasi kilang yang mengolah minyak mentah berkapasitas 125 ribu barel per hari itu dihentikan. Adapun kilang kembali beroperasi normal pada 7 April 2021 lalu.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading