KFC 'Berdarah-Darah', Sudah 1.600 Restoran Lain Bertumbangan!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
15 April 2021 12:50
Ilustrasi Restoran KFC. CNBC Indonesia/Andrean Kristianto

Jakarta, CNBC Indonesia - Bisnis restoran yang menjadi salah satu sektor di pariwisata masih 'berdarah-darah'  hingga saat ini. Contoh konkretnya waralaba KFC di Indonesia yang sejak 2020 sempat menutup sementara gerai, pemotongan gaji pekerja, merumahkan pekerja, hingga keuangan yang rugi besar, sampai didemo pekerjanya. (soal keuangan KFC bisa klik di sini)

Bagaimana dengan bisnis resto lainnya?

Jawabannya sama saja. Meski sudah memasuki bulan puasa yang biasanya dibarengi dengan permintaan yang meningkat, namun jumlah restoran yang tutup kian bertambah setiap harinya.


Pada September 2020 lalu, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sempat membuat survey yang menyatakan jumlah restoran yang tutup permanen mencapai 1.100. 

"Belum ada yang mau buka lagi, artinya sekarang prediksi saya sudah bertambah jadi 1.600-an lah restoran di mal dan luar mal se-Jakarta, keadaan seperti ini bukannya membaik tapi nggak ada pergerakan, sales nggak tumbuh, flat. Kuenya tambah kecil," kata Wakil Ketua PHRI bidang Restoran Emil Arifin kepada CNBC Indonesia, Kamis (15/4).

Ia bilang mengecilnya kue karena banyak pelaku usaha baru yang membuka bisnis di bidang makanan dan menjualnya secara online. Bahkan banyak juga mantan pegawai restoran yang mulai menjalankan bisnis lain. Mereka membuka usaha karena sudah tidak lagi bekerja di restoran dan berbisnis demi bertahan hidup.

"Ada juga saya diajak, datang saja Pak ke tempat saya, sekarang jual nasi goreng. Memang masih kecil-kecil tapi mereka bisa makan dari hasil jualan di hari itu, jadi nggak usah mencari (kerja) lagi," katanya.

Emil bilang banyaknya pegawai yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) karena pelaku usaha sudah tidak kuat lagi menahan beban biaya pegawai. Demi bisa bertahan, banyak pelaku usaha restoran yang akhirnya memilih menutup banyak gerai dan membuka sebagian restoran yang dinilai paling prospek.

"Ada beberapa teman awalnya punya 22 restoran, sekarang tinggal 11 restoran. Ada yang mulanya 25 restoran, sekarang 8 restoran, banyak yang menurunkan. Karena susah nggak ada pengunjungnya, menu dikurangi, orang atau pegawai juga dikurangi, nggak bisa kalau nggak dikurangi," jelas Emil.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading